Menu

Gara-gara Ini, Menteri Pariwisata Akui Kerap Ditegur Presiden Jokowi

Siswandi 6 Oct 2019, 16:08
Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur Riau Syamsur, tampak mengenak tanjak khas Riau saat mengunjungi Bengkalis beberapa waktu lalu. Foto: int
Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur Riau Syamsur, tampak mengenak tanjak khas Riau saat mengunjungi Bengkalis beberapa waktu lalu. Foto: int

RIAU24.COM -  Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengaku kerap ditegur Presiden Jokowi. Pasalnya, karena di daerah yang menjadi destinasi wisata, masih sangat minim unsur arsitektur lokal yang tampak.

Meski ditegur, Arie mengaku tak mempermasalahkannya. Bahkan Arie menambahkan, sebagai bangsa yang besar, kita seharusnya malu karena kita tidak punya arsitektur lokal yang bisa ditonjolkan.

Dilansir detik, Minggu 6 Oktober 2019, Sejauh ini, tambahnya, hanya Bali yang memiliki begitu banyak arsitektur lokal. Sedangkan di daerah destinasi wisata lain, kebanyakan bangunannya memang menonjolkan unsur kekinian.

"Saya beberapa kali ditegur Presiden Jokowi. Di Danau Toba ditegur, di Borobudur ditegur. Masalahnya apa? Tidak ada arsitektur lokal di destinasi wisata, yang ada benda-benda aneh. Saya sudah perintahkan untuk dibongkar, sekarang di Borobudur akan dibangun boulevard," ungkapnya, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Jumat 4 Oktober 2019 tadi malam.

Menurutnya, masukan Presiden Jokowi tersebut patut diperhatikan. Apalagi kebudayaan dan arsitektur Indonesia amatlah kaya. Meski bentuk bangunan sudah modern, seharusnya unsur lokal tetap ditonjolkan.

"Dari rapat terbatas, saya putuskan di destinasi wisata harus ada gerbang masuk dengan desain arsitektur lokal atau arsitektur Nusantara," ujarnya lagi. ***