Pulang Hadiri Apel Akbar, Anggota Banser Diserang Kelompok Misterius, Dua Orang Terluka

Satria Utama
Senin, 14 Oktober 2019 | 08:54 WIB
Pelantikan pengurus GP Ansor Trenggalek dan Apel Siaga 4000 Banser dilaksanakan di Pantai Prigi, Minggu (13/10/2019). Foto /Ist R24/saut Pelantikan pengurus GP Ansor Trenggalek dan Apel Siaga 4000 Banser dilaksanakan di Pantai Prigi, Minggu (13/10/2019). Foto /Ist

RIAU24.COM -  TULUNGAGUNG -  Sejumlah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Tulungagung diserang  sekelompok orang tidak dikenal usai menggelar apel akbar di Prigi, Kabupaten Trenggalek. Akibat penyerangan yang terjadi di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung Minggu sore (13/10) itu, dua anggota Banser terluka.

Peristiwa penyerangan tersebut diakui Rifai, Ketua Ansor NU Tulungagung. "Informasi tersebut benar (penyerangan). LBH Ansor Tulungagung masih proses investigasi, "ujar Rifai, seperti dilansir Sindonews.com Senin (14/10/2019).

Dijelaskannya,  penyerangan terjadi usai menghadiri apel akbar di kawasan pantai wisata Prigi, Kabupaten Trenggalek tersebut. Kehadiran mereka dikarenakan Apel akbar Minggu sore (13/10) dipimpin langsung Ketua Umum GP Ansor NU Yaqut Cholil Qoumas atau akrab dipanggil Gus Yaqut.

Dalam perjalanan pulang melintasi jalur selatan (Kecamatan Bandung) Tulungagung, sekelompok orang tiba tiba menyerang rombongan. Akibatnya dua orang Banser, yakni satu di antaranya anggota Banser Trenggalek terluka di bagian kepala. "Kedua korban masih dirawat di puskesmas setempat," terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, penyerangan terhadap anggota Banser NU Tulungagung ini bukan pertama kalinya. Bahkan anggota Banser Tulungagung pernah dibacok. Dari kasus yang pernah terjadi, penyerang diduga berafiliasi dengan perguruan silat tertentu.

Meski MoU damai berulangkali dibuat, peristiwa serupa kembali terjadi. Selain melakukan investigasi, menurut Rifai pihaknya juga menyerahkan penanganan kasus kepada aparat kepolisian. "Perkara tersebut sudah dalam penanganan pihak kepolisian," jelas Rifai.

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi mengatakan masih menyelidiki kasus yang terjadi. Polisi masih menghimpun data lapangan, termasuk keterangan saksi terkait peristiwa yang terjadi.***


Informasi Anda Genggam


Loading...