Dana Transfer Pusat Tak Terserap di Riau Capai Rp 264,29 M

M. Iqbal
Selasa, 29 Oktober 2019 | 17:58 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Bakhtaruddin mengatakan dari Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), realisasi APBN Tahun Anggaran 2019 yang terdiri dari Belanja Kementerian Negara dan Lembaga dan Belanja Transfer hingga Oktober 2019 sebesar Rp 25,16 triliun atau 70,77 persen dari total pagu yang dialokasikan untuk Provinsi Riau sebesar Rp 35,55 T.

Dia merincikan, realisasi APBN Kementerian Negara dan Lembaga sampai dengan 24 Oktober 2019 tercatat sebesar 5,654T atau 65,91persen dari total pagu yang dialokasikan untuk Provinsi Riau sebesar 8,579 T.

"Prognosa realisasi anggaran sampai dengan Desember 2019 berada pada kisaran 93 persen sehingga dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan harus mengejar realisasi sebesar 27,09 persen," Kata dia dalam Seminar APBN dan Kebijakan Transfer Tahun Anggaran 2020, Selasa, 29 Oktober 2019.

Baca juga: Senin Sore Ini, Akhirnya Riau Nihil Hotspot

Dia menjelaskan, hal tersebut mengindikasikan masih terdapat pencairan anggaran yang menumpuk pada akhir tahun. Untuk itu, pihaknya meminta hal tersebut diperbaiki bersama di tahun depan melalui upaya perencanaan yang lebih matang dan mempercepat proses pengadaan melalui lelang pra-DIPA/lelang dini.

Kemudian, dari alokasi Dana Transfer tahun 2019 sebesar Rp26,96 T telah direalisasikan sampai dengan Oktober 2019 sebesar Rp 19,5 T atau 72,32 persen terdiri dari Transfer DBH sebesar Rp 6,73 T, DAU sebesar Rp 7,47 T, DAK Fisik 1,20 T, DAK Non Fisik sebesar Rp 2,59 T, DID sebesar Rp 0,23 T, dan Dana Desa sebesar Rp 1,28 T.

"Sampai dengan Oktober 2019 terdapat dana transfer yang tidak terserap sebesar Rp 264,29 M, yang terdiri dari DAK Fisik sebesar Rp 209,68 M, Dana Kelurahan sebesar 37,94 M, dan DID sebesar 16,67 M," ucapnya.

Baca juga: Ipda Nadya Ayu, Kapolsek Wanita Termuda di Indonesia Asal Riau yang Punya Jabatan Tinggi di Usia yang Masih Sangat Muda

Adapun penyebab hal tersebut antara lain masalah perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, dan masalah administrasi lainnya. "Diharapkan ke depan berbagai kendala tersebut dapat diminimalisir," tuturnya.


DJPb
Informasi Anda Genggam


Loading...