KPK Periksa Ketua DPP PDI-Perjuangan Untuk TPPU Mantan Bupati Cirebon

Riki Ariyanto
Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:28 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (foto/int) R24/riki Komisi Pemberantasan Korupsi (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rokhmin Dahuri sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Baca juga: Seorang Pria India Digantung Oleh Massa Karena Dicurigai Membunuh Sapi Di Madhya Pradesh



Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rokhmin diperiksa sebagai saksi. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUN (mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra)," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/10/2019).

Baca juga: Seorang Nenek Bunuh Cucunya yang Berusia 18 Bulan Sebelum Akhirnya Nekat Bunuh Diri



Selain, Rokhmin yang merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan penyidik juga memanggil  satu orang saksi lain yang merupakan pegawai negeri sipil bernama Safri Burhanudin.

Dalam perkara ini, KPK telah memeriksa seorang politikus PDI-P, yakni Nico Siahaan.

Salah satu hal yang didalami adalah dugaan aliran dana tindak pidana pencucian uang tersebut ke acara Kongres Pemuda 2018 yang digelar PDI Perjuangan.

Febri menuturkan, dugaan aliran dana ke acara partai banteng itu pun telah terungkap dalam persidangan kasus jual-beli jabatan yang melibatkan Sunjaya sebelumnya.

"Sudah terungkap di fakta persidangan itu ada pengembalian Rp 250 juta. Nah diduga uang 250 juta ini berasal dari Bupati Cirebon (Sunjaya)," ujar Febri, Selasa (8/10/2019) lalu.

Febri memastikan, KPK akan terus mengusut aliran dana itu meski enggan menyebut apakah ada kader-kader tertentu dari PDI-P yang akan dipanggil.

"Tentu nanti jika dibutuhkan lagi dapat dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait," kata Febri. (R24/Bisma)


Informasi Anda Genggam


Loading...