riau24

Curiga Dipakai Untuk TKI Ilegal, Imigrasi Dumai Tolak 500 Permohonan Paspor

Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:56 WIB
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai telah menolak 500 permohonan pembuatan paspor (foto/bie) R24/riki Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai telah menolak 500 permohonan pembuatan paspor (foto/bie)

RIAU24.COM - DUMAI- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai telah menolak 500 permohonan pembuatan paspor. Angka tersebut terhitung sejak Januari sampai Oktober 2019.

Penolakan itu terjadi karena ratusan pemohon tersebut terindikasi akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural di Luar Negeri. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi para pemohon pembuatan paspor dianggap cenderung ingin menjadi TKI non prosedural.


BACA JUGA : Pemko Dumai Anjurkan Penjual Makanan Tidak Layani Konsumen Makan di Tempat




Bahkan, para pemohon ditolak lantaran tidak bisa melengkapi beberapa syarat pembuatan paspor. "Sampai saat ini ada sekitar 500 pemohon pembuatan paspor yang kita tolak. Sebab, para pemohon terindikasi ingin menjadi TKI non prosedural," kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Dumai, Gelora Adil Ginting kamis (31/10/2019).

BACA JUGA : Besok Angkutan Luar Kota Wajib Masuk Terminal Dumai



Disebutkannya, dari 500 pemohon yang ditolak berasal dari berbagai wilayah, ada dari Jawa, Sumatera, termasuk Kota Dumai yang terpaksa ditolak pembuatan paspor. Mereka terindikasi akan menjadi TKI non prosedural di luar negeri, bukan melakukan perjalanan keluar negeri.

"Penolakan pembuatan paspor ini diketahui mulai dari pendataan administrasi hingga wawancara yang berisi alasan mereka membuat paspor. Pemohon yang ditolak rata-rata ingin memanfaatkan paspor yang gunanya untuk kunjungan wisata, namun digunakan untuk bekerja di luar negeri seperti Malaysia," katanya.

Untuk itu lanjutnya menjelaskan, ia menghimbau kepada masyarakat yang ingin bekerja diluar negeri agar melalui pihak yang berbadan hukum sehingga segala sesuatunya bisa dipertanggungjawabkan.

"Sehingga terjadi suatu hal, hak mereka dapat diperjuangkan sebagaimana seharusnya," pungkasnya. (R24/Bie)

Penulis: R24/riki



Loading...