riau24

Ngantre Dari Subuh, Warga Bengkalis Terus Mengeluh Soal Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Selasa, 12 November 2019 | 10:24 WIB
Para ibu-ibu dan bapak-bapak harus rela mengantere demi mendapatkan atau membeli tabung gas melon 3 kilogram (foto/Hari) R24/hari Para ibu-ibu dan bapak-bapak harus rela mengantere demi mendapatkan atau membeli tabung gas melon 3 kilogram (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Antrean panjang tidak dapat dihindari. Para ibu-ibu dan bapak-bapak harus rela antre demi mendapatkan atau membeli tabung gas melon 3 kilogram tepatnya di salah satu pangkalan yang berada di Kelurahan Pakning, kecamatan Bukit Batu, Selasa 12 November 2019.


BACA JUGA : KONI Bengkalis Akan Serahkan Bonus Kepada Atlet Berprestasi Para Legend Turut Kecipratan




Di daerah ini menurut warga setempat, kelangkaan gas elpiji 3 kg sudah mulai dirasakan sejak beberapa pekan lalu.

Masyarakat berharap, keberadaan pangkalan gas ditambah dengan kelangkaan karena pasokan gas dikurangi, biasanya setiap pangkalan itu mendapat jatah gas sebanyak 500 tabung sekarang hanya dapat 300 tabung.

space

BACA JUGA : Diduga Karena Beban Hidup, Seorang PNS di Bengkalis Nekat Bunuh Diri


"Pemilik restoran atau rumah makan yang banyak menghabiskan gas. Kalau rumah, biasa seminggu satu tabung. Kalau rumah makan, satu hari bisa habis tiga tabu," cerita Eyik warga Pakning kepada wartawan.

Selain itu, diutarakan Eyik lagi, dari kabar yang ia dapat, bahwa kelangkaan gas melon di daerah juga dipicu oleh oknum pangkalan yang sengaja menjual gas melon kepada masyarakat yang seharusnya tetapi sengaja dijual ke pengusaha demi keuntungan yang lebih besar.

"Ada oknum pangkalan yang nakal menjual diatas harga seharusnya. Kalau dengan warga dijual Rp26 ribu tetapi kalau dengan rumah makan atau yang lain dijual Rp30 ribu per tabung, dan agar tidak ketahuan warga tabung gasnya diambil malam-malam," ucapnya lagi seraya meminta kepada pihak terkait untuk bertindak tegas.

"Tolonglah, baru selesai subuh sudah antre kasian kami pak, kami rakyat kecil butuh perhatian pemangku kepentingan. Tolonglah kami, tengok-tengoklah keadaaan rakyat kecil ini,"tambah Eyik, salah seorang warga Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Pakning, Kecamatan Bukitbatu ini lagi.

Sebelumnya dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bengkalis seperti di Mandau juga terjadi kelangkaan, dan sudah dilaksanakan operasi pasar oleh Disdagperin dan pihak Pertamina.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis mengklaim, penyebab kelangkaan dipicu oleh pengguna tabung gas melon yang tidak seharusnya terjadi. Terus meningkat atau kepada kalangan yang sudah mampu dan pengusaha.

"Kami meminta kepada seluruh pangkalan agar tidak menjual kepada masyarakat yang mampu atau pengusaha. Dan kami mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan gas melon ini," ungkap Jefri Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Disdagperin Bengkalis. (R24/Hari)

Penulis: R24/hari





Loading...