Camat Tanjung Priok Sebut Warga yang Terkena Penggusuran di Sunter Tidak Terdaftar DPT

M. Iqbal
Selasa, 19 November 2019 | 16:50 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara, melakukan peggusuran di Kawasan Jalan Agung, Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Warga sekitar pun memprotes penggusuran rumah dan lapak rongsokan.

Pasca penggusuran, warga tersebut mengklaim sebagai pendukung dan pemilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada saat kampanye 2017 silam. Mereka menilai jika penggusuran tersebut tidak sesuai dengan janji Anies.

Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda bahkan merasa aneh dengan pengakuan warga tersebut. Karena, di lokasi ini tidak ada Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). "TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk Pilkada kami tegaskan di sini enggak ada," katanya dikutip dari Rmol.id, Selasa, 19 November 2019.

Baca juga: Nekat Trobos Palang Perlintasan KA yang Telah Ditutup, Pria Ini Harus Tewas Dengan Kondisi Mengenaskan

Dijelaskan dia, mayoritas penduduk di lokasi penataan merupakan warga pendatang. Huda juga mengaku heran bagaimana caranya untuk memastikan mereka pendukung atau bukan sedangkan pencoblosan itu sifatnya rahasia.

"Kita tidak bisa mengetahui mereka pendukung atau tidak ya. Karena kan coblosan rahasia," ujarnya.

"Jadi di lokasi ini memang tidak dibuat Pilgub kemarin. Gak ada TPS. Bedakan Pilpres dengan Pilgub ya. Kalau Pilpres kan seluruh Warga Negara Indonesia. Kalau Pilgub DKI kan harus punya KTP dan domisili DKI," lanjutnya lagi.

Baca juga: Vjiral, Polsi Periksa HP Pengendara, Elsam Sebut Aparat Tidak Boleh Semena-mena

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko sebelumnya juga telah mengatakan bahwa warga yang tinggal di lokasi gusuran tidak terdaftar sebagai pemilih.

"Cek saja di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada enggak. Terus ngeklaim atas nama pemilih siapa," pungkasnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...