Menu

Puji Soekarno Sebagai Negarawan Besar, Fahri Hamzah Sebut Sukmawati Dalam Kebingungan Besar

Siswandi 19 Nov 2019, 23:55
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

RIAU24.COM -  Pernyataan kontroversial Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan antara Nabi Muhammad SAW dan Soekarno, juga mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

Menurutnya, Soekarno adalah seorang negarawan besar. Sementara terhadap Sukmawati, Fahri menyebut ia dalam kebingungan besar.

Dilansir viva, Fahri menilai, kesalahan Sukmawati adalah ia tidak mengerti perbedaan antara Nabi sebagai utusan Tuhan dan tokoh negara pada umumnya.

“Itulah beda anak dengan bapak. Sukarno adalah negarawan besar sementara Sukma dalam kebingungan besar. Mari kita perbanyak bacaan. Mari ambil pelajaran,” kata Fahri lewat Twitternya yang dikutip Selasa, 19 November 2019.

Menurutnya, kasus pidato Sukmawati yang kontroversial itu adalah pelajaran penting tentang warna Islam dan proklamator Republik Indonesia. Tentu, tidak saja anak cucunya, tapi semua perlu belajar lagi agar jangan salah.

“Saya sebetulnya menyarankan kepada anak dan cucu #BungKarno agar sedikit ke tengah. Jangan terlalu ke kiri,” ujarnya.

Fahri kemudian mengambil contoh sosok Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang akar Islam dari Sumateranya lebih kuat. Apalagi, almarhum ayah beliau, yakni Taufik Kiemas adalah anak keturunan Masyumi.

“Akan menarik menyaksikan varian baru itu,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, ada masalah ‘perebutan identitas’ pada diri Bung Karno. Orang-orang merasa bahwa Bung Karno mewakili pikirannya. Beliau dianggap kiri, kadang-kadang kanan, marhaen, Islam dan lain-lain.

“Tapi sangat disayangkan bahwa akar Islam beliau kurang terungkap, ‘Dari rumah Tjokro sampai Sumatera’,” katanya.

Bahkan, tambahnya, Bung Karno menjadi pahlawan di negara-negara Islam di Timur Tengah. Saat mengunjungi negara-negara tersebut, Fahri menemukan Jalan Soekarno di jantung-jantung kota mereka.
        
“Sekali lagi, bacaan yang luas membuat beliau mengalami pertemuan pikiran yang meluas. Menjadi tokoh dunia yang terkenal,” ujarnya lagi. ***