Ustaz Abdul Somad Ceramah di KPK Tuai Polemik, Begini Pembelaan Marwan Yohanis

Riko
Jumat, 22 November 2019 | 10:00 WIB
Marwan Yohanis R24/riko Marwan Yohanis

RIAU24.COM -  Ustaz Abdul Somad alias UAS mengisi ceramah di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa siang, 19 November 2019 lalu. Ternyata kedatangannya tersebut menuai polemik.

Ketua KPK Agus Raharjo mengaku bahwa kehadiran UAS untuk ceramah bukan merupakan undangan resmi. Bahkan, pihaknya sempat mencegah UAS untuk ceramah di kantornya. Buntut dari hal itu, pegawai yang mengundang UAS untuk mengisi kajian zuhur di KPK akan diperiksa. 

Baca juga: PHR-Korem 031/WB Kolaborasi Jaga Ekosistem dan Populasi Gajah Sumatera

Terkait polemik ceramah UAS di KPK itu,  anggota DPRD Riau dari Gerindra Marwan Yohanis angkat bicara.  Ia mengatakan apa yang dipolemikan oleh ketua KPK terkait ceramah Dai kondang asal Riau itu sangat disayangkan. Menurutnya ceramah yang diberikan UAS tidak ada yang salah sebab keilmuan agama yang dimilikinya tidak diragukan lagi. 

"Memang negara kita ini negara yang aneh. Orang yang jelas memberikan dakwah kepada umat mulai dari pelosok sampai kepada petinggi negara ini justru diperkarakan. Sementara ada orang yang mempertentangkan seseorang dengan nabi justru tidak menjadi apa-apa. Maka dari itu Saya menyarankan agar taubat secara nasional mulai dari pucuk pimpinannya,"kata Marwan di DPRD Riau. Kamis 21 November 2019.

Marwan berharap janganlah mencari-cari dengan membuat kegaduhan seperti ini. Sebab katanya suasana di Republik ini sudah mulai kondusif sejak rekonsiliasi.  Mari menjalankan syariat agama sesuai kepercayaan masing-masing. 

"Saya juga berharap pemerintah harus hadir dalam masalah ini seperti penzoliman,  pembunuhan karakter dan sebagainya terhadap orang - orang dan agama tertentu,"pintanya.

Baca juga: Beredar Kabar Anies Dilarang Ke Riau, Ini Tanggapan Pemprov Riau

Ditambahkan Marwan Ia juga mendukung presiden Jokowi yang membatasi lahirnya aturan-aturan baru. Sebab saat ini sudah banyak aturan-aturan baru yang lahir tapi tidak satupun yang dilaksanakan. 

" Negara kita ini produktif melahirkan aturan baru tapi tidak satupun yang dilaksanakan, "tutupnya.

 


Informasi Anda Genggam


Loading...