Tiga Saksi Suap Izin PLTU Cirebon Power dan King Properti Mangkir

Riki Ariyanto
Sabtu, 23 November 2019 | 18:19 WIB
Tiga saksi untuk kasus dugaan suap perizinan PLTU Cirebon dan properti milik PT King Properti mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (foto/int) R24/riki Tiga saksi untuk kasus dugaan suap perizinan PLTU Cirebon dan properti milik PT King Properti mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Tiga saksi untuk kasus dugaan suap perizinan PLTU Cirebon dan properti milik PT King Properti mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Sekda Inhil Hadiri Pembukaan Magang dan Praktik Lapangan Praja IPDN



Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, ketiganya sampai sore hari ini tidak memberikan informasi apapun soal ketidakhadiran mereka. Diantaranya, pegawai Bagian Keuangan  PT King Properti Indonesia, Kiky Rahayu, kemudian Dewi Nurul mantan Pegawai Bank Mandiri cab Cirebon Siliwangi, dan Sukirno Pihak Swasta.

"Ketiganya tidak hadir dalam pemeriksaan hari ini untuk tersangka STN (Direktur Utama Kings Property, Sutikno)," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Ketua DPRD Inhil Desak Seluruh PKS di Inhil Terima TBS Sesuai SK Gubernur



Seperti diketahui, KPK mengembangkan suap yang diterima mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwandisastra. Diantaranya dari General Manager Hyundai Engineering Construction Herry Jung sebesar Rp6,04 miliar dan Suktikno Rp4 miliar terkait perizinan PT King Properti. (R24/Bisma)


Informasi Anda Genggam


Loading...