Menu

Kampung Bunsur Lokasi Terbaik Amati Gerhana Matahari Cincin, Pemkab Siak Siapkan Wisata Religi

Lina 3 Dec 2019, 20:18
Rapat persiapan jelang Festival Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dipusatkan di kampung Bunsur (foto/Lin)
Rapat persiapan jelang Festival Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dipusatkan di kampung Bunsur (foto/Lin)

RIAU24.COM - SIAK- Untuk memastikan persiapan jelang Festival Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dipusatkan di kampung Bunsur tanggal 26 Desember mendatang berjalan sesuai rencana, Pemkab Siak menggelar rapat persiapan pelaksanaan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Zamrud Komplek Abdi Praja Siak Sri Indrapura, Selasa (03/12/2019).

zxc1

Festival GMC digelar karena berdasarkan pengamatan Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN), Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit ditetapkan sebagai lokasi terbaik di Indonesia untuk mengamati fenomena gerhana matahari cincin. Karena itu kegiatan ini diharapkan dapat dikelola sehingga meningkatkan angka kunjungan pariwisata ke Kabupaten Siak.

"Hari ini kita melaksanakan rapat persiapan Festival GMC 2019, saya berharap berbagai persiapan dan apa saja yang dibutuhkan dapat segera diselesaikan agar pada hari H pelaksanaan tidak ada lagi hambatan dan iven ini bisa berjalan dengan lancar", harap Bupati Alfedri.

zxc2

Dalam rapat terungkap bahwa rangkaian acara Festival GMC akan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya nonton bareng pemutaran Film Iqro My Universe, hiburan Hadroh dan Sholawat serta Orkestra OMOK, dan berbagai penampilan kesenian dan bazar kuliner.

“Selain itu juga akan dilaksanakan Tabligh Akbar, Sholat Gerhana Berjamaah, Pencatatan Museum Rekor Indonesia atas Kacamata Gerhana terbesar serta juga akan dimeriahkan oleh grup gambus modern Nissa Sabyan,” jelasnya.

Jauh-jauh hari, Pemkab Siak lewat Dinas Pariwisata Kabupaten Siak juga melaksanakan sosialisasi kegiatan Festival GMC dibeberapa sekolah setingkat SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Siak. Kepala Dinas Pariwisata Fauzi Asni menyebut sosialisasi tersebut untuk mengedukasi para pelajar terkait fenomena langka yang terjadi setiap 300 tahun sekali ini.

“Kita ingin generasi muda kita memahami gerhana matahari cincin bukan sebagai sesuatu yang harus ditakuti, melainkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang harus kita sikapi sesuai cara dan tuntunan yang diajarkan agama” sebut Fauzi. (R24/Lin)