Pantai Sydney Menghitam Gara-gara Abu Dampak Kebakaran di Australia, Pasokan Air Terancam

Riki Ariyanto
Selasa, 10 Desember 2019 | 09:55 WIB
Pantai Sydney, Australia menghitam gara-gara abu hasil kebakaran hutan (foto/int) R24/riki Pantai Sydney, Australia menghitam gara-gara abu hasil kebakaran hutan (foto/int)
Bea Cukai

RIAU24.COM -  Selasa 10 Desember 2019, Pantai di Sydney, Australia menghitam. Hal itu gara-gara banyaknya abu dari kebakaran hutan di New South Wales (NSW), Australia.

Seperti dilansir Okezone, ilmuwan laut memperingatkan pasokan air minum di NSW yang semakin menipis dapat terkontaminasi akibat kebakaran hutan yang masih berkobar. Air yang biasanya jernih di pantai-pantai Sydney berubah hitam, dampak puing-puing yang terbakar mengapung lalu berujung berakhir pantai.

Baca juga: 21.000 Ikan Tewas Akibat Paparan Klorin di Universitas California



Ekologi laut, Emma Johnston khawatir cadangan air minum di Sydney bisa terpengaruh ketika hujan menyapu abu. "Ketika Anda minum air tawar yang terkontaminasi, Anda akan mendapatkan masalah kesehatan yang nyata," sebutnya ke SBS melansir Daily Mail, Senin (9/12/2019).

Profesor Johnston mengatakan, abu yang tebal dapat menyebabkan ganggang besar terbentuk di persediaan air minum untuk kota tersebut. Sejumlah besar ikan juga berisiko terdampak karena massa lahan vegetasi yang terbakar di lautan.

Baca juga: Siapa Hadi Matar? Sosok yang Menyerang Salman Rushdie, Penulis Novel Ayat-ayat Setan



"Dengan kepadatan partikulat yang tinggi, bisa membuat penyumbatan insang ikan," ujarnya.

Efek kedua, lanjutnya meski tidak berdampak langsung namun dapat memicu alga menjadi mekar. Ketika alga semakin membesar dan membusuk, alga bisa menghabiskan semua oksigen dan dapat menyebabkan ikan mati akibat lingkungannya rendah oksigen.

Sementara pantai Sydney tertutup jelaga hitam selama akhir pekan, para pengunjung, termasuk Profesor Johnston, masih memberanikan diri untuk berenang. "Saat kami mandi, (abu) melalui mata dan telinga kami," sebutnya. (Riki)


Informasi Anda Genggam


Loading...