riau24

Setelah Dilantik, HNSI Berkomitmen Bangun SPBN dan Pabrik Es

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:48 WIB
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) resmi berdiri di Kabupaten Kepulauan Meranti (foto/int) R24/mad Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) resmi berdiri di Kabupaten Kepulauan Meranti (foto/int)

RIAU24.COM - MERANTI- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) resmi berdiri di Kabupaten Kepulauan Meranti. Setelah dilantik,  mereka berkomitmen untuk memenuhi aspirasi dari nelayan.  Yakni membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan Pabrik es.


BACA JUGA : EMP Malacca Strait SA Akan Bor Tiga Sumur Migas Baru di Tebing Tinggi Barat




Untuk diketahui, dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), para nelayan mendapatkannya melalui pengecer yang ada di daerah tempat mereka tinggal. Sementara kebutuhan balok es untuk menjaga kesegaran ikan dibeli dari warung yang hanya menjual es batu.

Berdirinya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI ditandai dengan dilantiknya pengurus HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti yang kepengurusannya dipimpin  Rony Samudra SH oleh Ketua Harian DPD HNSI Provinsi Riau, Jupriyan di Grand Meranti Hotel, Kamis (12/12/2019). Rony Samudra SH terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2019-2024 dalam Musyawarah Cabang Kabupaten Kepulauan Meranti pada Rabu (11//12/2019) kemarin. Rony Samudra mendapat dukungan 8 dari 9 kecamatan perwakilan masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

BACA JUGA : 115 Pelamar CPNS Meranti Tidak Memenuhi Syarat Menyanggah, Ada yang Sindir Koruptor



Usai pelantikan, Rony Samudra mengaku terharu lantaran sebagian besar masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan amanah dan dukungan untuk memimpin organisasi yang menjadi wadah nelayan tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk menjalankan organisasi HNSI dengan baik, sehingga bisa membawa kesejahteraan terhadap nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Rony mengatakan, sebagai salah satu Soko Guru pembangunan bangsa, nelayan acap kali terabaikan dalam pentas pembangunan itu sendiri. Akibatnya, banyak pembangunan infrastruktur yang tak bisa diakses oleh nelayan. 

"Contoh kecilnya penyediaan bahan bakar subsidi untuk nelayan. Hingga saat ini, nelayan di Meranti masih menggunakan BBM non subsidi dengan harga yang cukup mahal. Padahal di Meranti cukup banyak APMS dibangun," ujarnya. 

Kemudian, soal kawasan tangkap nelayan yang  beralihfungsi menjadi area konsesi perusahaan, transportasi laut, dan menurunnya daya dukung oleh pencemaran limbah serta perambahan mangrove hingga rumitnya regulasi perizinan kapal nelayan. Semu faktor tersebut menjadi kendala nelayan untuk bangkit dari kemiskinan.

"Sebagai wadah nelayan, kami akan menyampaikan keluhan-keluhan nelayan tersebut ke pemerintah daerah hingga pusat. Sebagai mitra pemerintah, HNSI juga bakal membantu pemerintah dalam hal pengawasan, pendampingan hingga pelaksanaan program-program pemerintah untuk nelayan," ujarnya.

Rony juga menjelaskan, sebagian besar kepengurusan DPC HNSI Meranti diisi oleh orang-orang yang sangat paham persoalan nelayan. Mereka ada yang berasal dari penyuluh nelayan, pengawas sumber daya kelautan, hingga pengusaha perikanan. Ia menjamin, orang-orang yang ditempatkan di kepengurusan DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2019-2024 merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

"Anggota-anggota pengurus DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti adalah orang-orang pilihan yang kesehariannya bersentuhan langsung dengan nelayan. Jadi, mereka sudah paham betul dengan kesulitan, kebutuhan, hingga potensi untuk memajukan nelayan," ujar Rony menjelaskan. 

Sementara itu, Sekretaris HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti, Mohd Qarafi menambahkan, di sela-sela pelantikan, DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Meranti juga memberikan bantuan kepada 4 kelompok masyarakat nelayan berupa jaring dan juga lampu penanda. Bantuan tersebut diserahkan simbolis oleh Ketua DPC HNSI, Rony Samudra, Ketua DPH HNSI Provinsi Riau, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, Rosdaner yang mewakili bupati dan juga Forkompinda.

"Nelayan sangat senang dengan bantuan tersebut, meskipun nilainya tidak seberapa, namun bantuan tersebut sangat berarti bagi nelayan tradisional di Meranti," ujar Qarafi.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, Rosdaner berharap HNSI bisa merangkul seluruh nelayan di Meranti. Rosdaner menyatakan Pemkab Kepulauan Meranti sangat mendukung berdirinya HNSI di Meranti. Sebab, HNSI merupakan organisasi formal yang bergerak di sektor peningkatan kesejahteraan nelayan. 

"HNSI merupakan salah satu organisasi yang diakui oleh negara. Pemkab Kepulauan Meranti sangat mendukung adanya organsiasi sebesar HNSI berdiri di Meranti. Ke depan, kami juga berharap, HNSI bisa menjadi mitra pemerintah yang memiliki satu tujuan untuk mensejahterakan nelayan," ujarnya. (R24/Mad)

Penulis: R24/mad



Loading...