Jokowi Seret Nama SBY Soal Jiwasraya, Ferdinand Hutahaean: Biar Aman

M. Iqbal
Jumat, 20 Desember 2019 | 12:59 WIB
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean R24/ibl Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean

RIAU24.COM - Presiden Joko Widodo menyalahkan pemerintahan presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dengan masalah yang mendera Jiwasraya.

Mengenai hal itu, Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan jika SBY sendiri tak ingin menanggapi serius pernyataan Jokowi itu. SBY justru meminta kadernya memberi masukan pada pemerintah.

"Memang beliau kemarin ya seperti tadi, jadi tertawa ya karena beliau dibawa-bawa namanya," kata Ferdinand dilansir dari Rmol.id, Jumat, 20 Desember 2019.

Baca juga: Sudah Ratusan Kali Indonesia Minta Hapus Data ke Google, Ini Rinciannya

Dia juga menilai jika Jokowi merasa aman dari semua permasalahan bila membawa nama SBY. "Jadi kalau ada masalah membawa-bawa nama SBY, jadi beliau merasa aman tak ada masalah lagi. Akhirnya kami berpikiran seperti itu," kata dia lagi.

Ferdinand menjelaskan, Jiwasraya tak pernah mengalami masalah keuangan atau kerugian sejak tahun 2005-2011 atau saat era SBY. Partai Demokrat telah menelusuri catatan keuangan Jiwasraya. Hasilnya, laba bersih Jiwasraya berada dalam posisi bagus saat 10 tahun lalu.

"Kami menemui fakta-fakta bahwa sejak 2005-2011 keuangan Jiwasraya baik, tak rugi, 10 tahun yang lalu itu Jiwasraya membukukan laba bersih. Jadi nggak ada masalah pada 10 tahun lalu," jelasnya.

Baca juga: Inilah Sosok Pria Pemberani, Rela Mati Untuk Menghalau Teroris yang Hendak Meledakan Bom ke Dalam Sebuah Masjid

Dia juga mengimbau agar Jokowi tidak melempar permasalahan Jiwasraya ke pemerintahan sebelumnya. Ia lantas membandingkan SBY yang mewarisi banyak persoalan di Indonesia tanpa menyalahkan pemimpin sebelumnya.

"Kalau kita kembali ke masa lalu, Pak SBY juga menyelesaikan banyak masalah, konflik Ambon, konflik Poso, konflik Aceh, hutang kita ke IMF, semua diselesaikan SBY tanpa menyalahkan pemimpin masa lalu karena beliau menyadari ini tanggungjawab beliau sebagai pemimpin," demikian Ferdinand.


Informasi Anda Genggam


Loading...