Menu

Fahri Hamzah Komentari Iran Akui Tertembak Pesawat Ukraina, Netizen: Dah Tau Perang Ngapain Lewat

Riki Ariyanto 12 Jan 2020, 19:23
Republik Islam Iran akui salah tembak pesawat Ukraina (foto/int)
Republik Islam Iran akui salah tembak pesawat Ukraina (foto/int)

RIAU24.COM - Minggu 12 Januari 2020, Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berubah 180 derajat. Hal itu terjadi setelah Iran mengakui tak sengaja menembak pesawat Ukraina yang melintas di wilayahnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ikut memberikan komentar. "Iran mengaku menembak jatuh #UkrainianPlane dan meminta maaf karena itu salah tembak. Penembakan itu terjadi di antara serangan balik Iran ke basis militer AS di Baghdad. Apa yang sebenarnya terjadi menurut netizen?" cuit @Fahrihamzah, Minggu 12 Januari 2020.

zxc1

Langsung saja netizen atau warganet memberikan komentar. @FaqihSyahrir: "Bagus jika Iran akui kesalahannya dan minta maaf. Meski sangat janggal jika pesawat itu tak teridentifikasi sbg pesawat sipil, apalagi di wilayah udara Iran sendiri dan lepas landas dari bandara Iran. Apapun itu, Iran tidak akan serahkan langsung "blackboks"nya. #UkrainianPlane."

zxc2

@mbah75602: "Dah tau perang. Ngapain pesawat Ukraina lewat."

@Anakmasperkasa1: "Iran batu. Amerika batu. Dua2nya batu, ga ada yg mau ngalah. Dua2nya merasa dirinya paling benar. Dua2nya ingin berkuasa diatas bangsa2, yg lemah."

@DarwisDave: "Ngga habis pikir klo salah tembak, dan ngorbanin ratusan org. Syiah Laknatullah pak dipercaya. Awal2nya ngga ngaku2, stlah didesak baru ngaku. Dr kmrn2 gw kyknya yakin itu yg nembak Iran. Sandiwara aja smua baik Iran maupun AS, buat nyenengin Muslim Sunni."

@BahroenSyahrul: "Salah tembak bs saja terjadi dlm perang. Tp tentu harus ada konsekwensinya. Apakah ada peraturan dlm konvensi international, yg bukan hanya sekedar minta maaf, tp jg misalnya memberi ganti rugi secara ekonomi kepada pihak korban dan maskapai penerbangan?"

@HuseinShelly: "Saya malah lebih tertarik dengan kelanjutan nya nanti, pak @Fahrihamzah. Apakah tuntutan warga Iran diatas akan dipenuhi, mengingat Ayatollah adalah pemimpin negeri?" (Riki)