Musim Kemarau Telah Tiba, Ini Pesan Dewan Kepada BPBD Kota Pekanbaru

Ryan Edi Saputra
Selasa, 21 Januari 2020 | 08:56 WIB
Tengku Azwendi Fajri, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru R24/put Tengku Azwendi Fajri, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Menurunnya curah hujan di wilayah Provinsi Riau, menyebabkan titik panas atau hostspot kembali membara di beberapa daerah di Provinsi Riau. Berdasarkan prediksi tahun ini bakal dilanda musim kemarau selama 7 bulan, di mana peristiwa ini terbagi dalam dua periode, yakni pada awal dan akhir tahun. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edward Sanger mengatakan, dari hasil analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, musim kemarau di wilayah Riau pada periode pertama diprakirakan akan berlangsung mulai Februari hingga Maret. Sementara periode kedua diprakirakan akan terjadi pada Juni hingga Oktober 2020. 

Baca juga: Hari ini 116 Warga Pekanbaru Terkonfirmasi Posotof Covid-19, 5 Dinyatakan Meninggal Dunia, Ini Datanya



Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi mengimbau kepada seluruh masyarakat, dan khususnya bagi yang hendak membuka ataupun membersihkan lahan untuk sama-sama menghindari terjadinya Karhutla karena akan membawa dampak yang sangat buruk.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat agar bisa berhati-hati, khususnya yang mau membuka atau membersihkan lahan dan berladang, jangan sampai menimbulkan kebakaran. Karena ketika terbakar dan besar, sulit sekali dipadamkan," ujarnya saat berbincang bersama wartawan, Selasa (21/1/2020).

Politisi Demokrat ini jaga meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan Pekanbaru untuk siaga akan kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Cakupan PSBM Bakal Dipersempit, Pemko Pekanbaru Rencanakan Penerapan di Lingkungan RT/RW



"Tahun ini kemarau di Provinsi kita terbilang cukup lama dari yang biasanya, dan memang ini cukup 
mengkhawatirkan. Karenanya kita minta BPBD siaga dengan segala peralatan yang ada," harapnya. 

Disamping itu Azwendi meminta seluruh Ketua RT dan RW untuk ikut aktif bersama-sama memberikan respon cepat dalam menangani Karhutla.

"Disini perlu peran ketua RT dan RW karena mereka dibarisan terdepan dilingkungan, dan bisa menggerakan warganya dalam mengantisipasi dini ancaman karhutla tersebut,” pungkasnya. (R24/put)



Informasi Anda Genggam



Loading...