riau24

Terungkap, Ternyata Banyak Tentara Amerika Gegar Otak Akibat Serangan Rudal Iran

Satria Utama
Rabu, 22 Januari 2020 | 14:08 WIB
Ilustrasi serangan rudal R24/saut Ilustrasi serangan rudal

RIAU24.COM -  WASHINGTON - Serangan rudal Iran pada 8 Januari lalu di Pangkalan Udara Ain al-Asad di Irak barat ternyata berdampak cukup berat bagi personil militer AS. Belasan tentara dikabarkan mengalami gegar otak dan harus diterbangkan keluar dari Irak untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. 

Jumlah pasti tentara yang diterbangkan ke Jerman akibat cedera tidak jelas, tetapi para pejabat mengatakan jumlah tambahan itu sedikit. Para pejabat berbicara dengan syarat anonim karena detail informasi masih disortir.


BACA JUGA : Meski Ditentang Banyak Negara Dunia, Perdana Menteri Israel Ngotot Ingin Rampas Wilayah Tepi Barat dari Palestina


Pekan lalu, 11 tentara AS diterbangkan dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut dari gejala seperti gegar otak. 

Juru bicara Komando Sentral (CENTCOM) AS Kapten Bill Urban mengonfirmasi evakuasi tambahan tentara Amerika. Namun, dia bungkam soal jumlah pasti tentara yang terluka oleh serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Ain al-Asad di Irak. CENTCOM merupakan cabang militer Amerika yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di seluruh Timur Tengah.

"Ketika perawatan medis dan evaluasi di lapangan berlanjut, anggota layanan tambahan telah diidentifikasi memiliki potensi cedera," kata Urban pada Selasa malam, seperti dikutip Sindonews dari AP, Rabu (22/1/2020). 

BACA JUGA : Hari Ini Masjid Nabawi Kembali Dibuka Untuk Umum

"Anggota layanan ini—karena sangat hati-hati—telah dipindahkan ke Landstuhl, Jerman, untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang diperlukan berdasarkan rawat jalan. Mengingat sifat cedera yang sudah dicatat, ada kemungkinan cedera tambahan dapat diidentifikasi di masa depan," ujarnya.***

 


Informasi Anda Genggam



Loading...