riau24

Persiapkan Penanggulangan Karhutla Kapolres Pelalawan Tetapkan Rayonisasi

Kamis, 23 Januari 2020 | 20:14 WIB
Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua menyesalkan adanya perusahaan yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Karhutla (foto/Ardi) R24/ardi Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua menyesalkan adanya perusahaan yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Karhutla (foto/Ardi)

RIAU24.COM - PELALAWAN- Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua menyesalkan adanya perusahaan yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Pelalawan 2020.

"Kita sudah persiapkan pembagian rayonisasi. Maka kita berharap seluruh perusahaan hadir saat ini, agar tahu masuk dalam rayon mana. Karena kita minta komitmen seluruh pihak," kata Kapolres Hasyim, dalam sambutannya.


space

BACA JUGA : AMUK Pertanyakan Standar Kelulusan Pendamping Desa




Pihaknya, kata Hasyim sudah membagi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Pelalawan menjadi 3 rayon. Rayon 1 Kecamatan Langgam, Kecamatan Bandar Seikijang dan Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Rayon 2 Kecamatan Pangkalan Kuras, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kecamatan Kerumutan dan Kecamatan Ukui. Rayon 3 Kecamatan Bunut, Bandar Petalangan, Pelalawan, Teluk Meranti dan Kuala Kampar.

"Dalam penanggulangan jika terjadi Karhutla. Tim rayon ini yang akan turun kelokasi dan melakukan pemadaman. Jika tidak tercover, maka turun tim dari Kabupaten. Jika belum juga bisa dikendalikan, baru kita minta bantuan Provinsi, seperti Water Booming (WB)," jelas Kapolres Hasyim.

space

BACA JUGA : Sempat Bikin Geger, Hasil Temuan BKSDA Jejak Hewan di Pelalawan Ternyata Bukan Harimau Sumatera

space

Tim di rayon ini terdiri dari Polsek dan Danramil, Pemerintah Kecamatan, Perusahaan setempat dan masyarakat peduli api.

"Saya juga minta perusahaan-perusahaan mempunyai standar operasional prosedur (SOP) dalam penanggulangan karhutla. Jika kerja sesuai SOP, unsur kelalaian dan kesengajaan bisa dihindari," jelasnya lagi.

BMKG sendiri sempat memprediksi, kemarau akan mulai pada akhir Bulan Januari ini. Namun perwakilan BMKG yang hadir pada Rakor ini meralat, prediksi kemarau terjadi sekitar bulan Mei 2020. (R24/Ardi)

Penulis: R24/ardi



Loading...