riau24

Sebelum Resmikam BUMKam Mart Syariah, Bupati Siak Sempatkan Panen Ubi Kayu

Lina
Rabu, 29 Januari 2020 | 22:28 WIB
Bupati Siak Alfedri bersama kelompok Tani diajak untuk memanen ubi (foto/int) R24/lin Bupati Siak Alfedri bersama kelompok Tani diajak untuk memanen ubi (foto/int)

RIAU24.COM - SIAK- Sebelum meresmikan BUMKam Mart Syariah Tuah Rezeki di Kampung Rantau Bertuah, Bupati Siak Alfedri bersama kelompok Tani diajak untuk memanen ubi kayu dilahan seluas 2 hektar milik warga, Rabu (29/1/2020).




BACA JUGA : Gerak Cepat Polres Siak Selidiki Dugaan Tindak Pidana Ilegal Logging di Kampung Rawa Mekar Jaya



Alfedri mengapresiasi Penghulu atas upayanya  mengajak kelompok tani untuk menanam ubi. Sebab, Ia menilai hasil dari ubi kayu tersebut cukup memuaskan, bahkan lebih menguntungkan ketimbang sawit.

"Tadi dihitung tiap-tiap 1 hektar ditanam 10 ribu batang. jika 1 batang menghasil 10kg maka total hasil panennya 100.000 kg.  Kalau harga perkilonya 1000 rupiah, maka hasilnya jadi 100 juta rupiah. Ini jelas sangat menguntungkan," kata Alfedri. 

BACA JUGA : Bupati Siak Serahkan 254 Sertifikat Hak Milik Tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ke Masyarakat Sabak Auh



Ia menjelaskan,  dalam waktu 8 sampai 9 bulan, sudah bisa dipanen. Oleh karena itu Alfedri mengajak  masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan kosong dengan menanam ubi kayu, ubi gajah, bawang merah atau usaha peternakan.

Lebih lanjut kata dia, pemerintah menghimbau Penghulu atau Kepala Desa mengoptimalkan penggunaan dana kampung untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kerakyatan. Dana kampung bisa digunakan untuk membantu kelompok tani ataupun peternakan serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penghulu Rantau Bertuah Darbi mengatakan, karena adanya pabrik tapioka di Kandis menjadi alasan dirinya mengajak para petani untuk menanam ubi kayu.

Ia bilang, jika uji coba ini berhasil maka usaha tersebut ia teruskan kepada kelompok tani yang lain melalui dana desa tersebut.

"Jika ini berhasil, kami akan mengajak kelompok masyarakat yang lain untuk melakukan hal yang sama. Cuma, mereka harus membuat pengajuan dan membentuk kelompok tani terlebih dahulu," ucapnya. (R24/Lin)



Informasi Anda Genggam



Loading...