riau24

Unsur Forkopimda Inhil Lepas 7000 Bibit Lele di Keramba Apung Kodim 0314

Jumat, 31 Januari 2020 | 20:22 WIB
Dandim 0314/Inhil bersama Bupati Inhil HM Wardan melaksanakan pelepasan perdana 7000 bibit ikan lele (foto/Rgo) R24/rgo Dandim 0314/Inhil bersama Bupati Inhil HM Wardan melaksanakan pelepasan perdana 7000 bibit ikan lele (foto/Rgo)

RIAU24.COM - INHIL- Dandim 0314/Inhil bersama Bupati Inhil HM Wardan melaksanakan pelepasan perdana 7000 bibit ikan lele di keramba Apung dan meninjau saung Pilot Projek pengolahan sabut kelapa di Makodim 0314/Inhil, Jalan A. Yani, Tembilahan, Jum'at 31 Januari 2020.


BACA JUGA : PKB Inhil Salurkan Bilik Sterilisasi Serta Tempat Cuci Tangan Untuk Pelabuhan Guntung dan Masjid Pulau Burung




Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK, Kajari Inhil, para pejabat pemerintah daerah Inhil dan unsur Forkopimda Inhil. 

Setelah kegiatan pelepasan 7000 bibit ikan lele tersebut, dilanjutkan dengan peninjauan saung pengolahan sabut kelapa. Berbagai macam hasil olahan kreatif dari limbah sabut kelapa diperkenalkan oleh Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal. 

BACA JUGA : Hasil Rapid Test Reaktif, Sampel Swab Pasien Suspect Corona Inhil Dikirim ke Jakarta



"Banyak yang bisa diolah dari sabut kelapa ini, seperti Pot Bunga, Tali Tambang, Sapu, bahkan banyak lagi. Namun kita lebih merujuk pada pembuatan pot untuk budidaya Tanaman Vanili," ujarnya menjelaskan. 

Dandim menuturkan, pengolahan sabut kelapa sampai pada hari ini belum ditempatkan dengan benar oleh masyarakat. 

"Selama ini sabut kelapa oleh masyarakat dinilai masih belum memiliki harga. Tentunya hal ini akan lebih kita galakkan guna membuka pola pikir masyarakat agar mau menjalankan ekonomi kreatif pengolahan limbah sabut kelapa ini," jelasnya. 

Lanjutnya, ini akan dijadikan salah satu potensi pengembangan perekonomian yang ada di Inhil. "Belum lagi potensi-potensi kelautan kita, seperti perikanan. Potensi ini juga dalam rangka meningkatkan perekonomian dan menggali potensi daerah," ujarnya. 

"Kalau desa dapat menggali potensi yang ada di desanya mungkin tidak perlu lagi APBD, karena setiap desa mampu mengelola potensi yang ada di desanya masing-masing," tandasnya. (R24/Rgo)

Penulis: R24/rgo



Loading...