riau24

Tim SAR Gabungan Temukan Bocah yang Tenggelam di Sungai Indragiri

Senin, 03 Februari 2020 | 16:09 WIB
Sempat dinyatakan hilang, akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di perairan Sungai Indragiri (foto/Rgo) R24/rgo Sempat dinyatakan hilang, akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di perairan Sungai Indragiri (foto/Rgo)

RIAU24.COM - INHIL- Sempat dinyatakan hilang, akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di perairan Sungai Indragiri setelah melakukan pencarian selama 2 hari.

Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Tembilahan, BPBD Tembilahan, KPLP, Kodim, Polres, Polair, keluarga serta masyarakat setempat saat melakukan pencarian yang dimulai sekira pukul 06.00 WIB, Senin 3 Februari 2020, dengan rencana Operasi SAR Radius 5 Km ke arah hulu dan hilir.


BACA JUGA : PKB Inhil Salurkan Bilik Sterilisasi Serta Tempat Cuci Tangan Untuk Pelabuhan Guntung dan Masjid Pulau Burung




"Tim melakukan penyisiran di sepanjang alur sungai, hingga pukul 06.45 WIB Tim SAR Gabungan menemukan korban sejauh 4 km," terang Kepala Basarnas Pekanbaru, Ishak.

Terhadap jasad korban, lanjutnya, kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

BACA JUGA : Hasil Rapid Test Reaktif, Sampel Swab Pasien Suspect Corona Inhil Dikirim ke Jakarta



Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dinyatakan hilang di Sungai Indragiri atau tepatnya di Parit 11, Jalan Hasan Tembilahan pada Minggu 2 Februari 2020 dini hari.

Korban hilang saat pompong yang digunakan kedua orang tuanya terbalik dan karam di tempat kejadian. Sedangkan kedua orang tuanya selamat.

Menurut informasi, korban bersama ayahnya Askil (48) dan ibunya Maulidah (38) kedua orang tuanya berangkat dari Desa Kempas tujuan Guntung. Berhubung sudah lelah, mereka beristirahat di lokasi kejadian sekira pukul 01.15 WIB.

Ketika perahu sedang ditambat, tiba-tiba pompong yang digunakan korban karam, karena diduga mengalami kebocoran.

"Satu keluarga, bapak dan ibu korban selamat dan anaknya yang berusia 6 tahun tidak dapat diselamatkan," terang Juki, salah seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tembilahan. (R24/Rgo)

Penulis: R24/rgo



Loading...