riau24

Bupati Mursini Sampaikan Keuntungan Progam Sembako

Replizar
Rabu, 05 Februari 2020 | 06:29 WIB
Bupati Kuansing Mursini (foto/int) R24/zar Bupati Kuansing Mursini (foto/int)

RIAU24.COM - KUANSING- Program Sembako merupakan Pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tujuan perubahan nama program tersebut, untuk memastikan agar program lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi.




BACA JUGA : Wabup Halim Terharu, Dikunjungi Anak-anak yang Sangat Ingin Dengannya



Seperti halnya program BPNT, program sembako diharapkan dapat memberikan pilihan kepada penerima manfaat, dalam memilih jenis kualitas harga dan tempat membeli bahan pangan.

Dalam program sembako pemerintah meningkatkan nilai bantuan, dan memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli, sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada program BPNT.

BACA JUGA : Wabup Halim Dinobatkan Sebagai Cucu Kemenakan Suku Melayu Kenegerian Sentajo



"Keuntungannya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga bisa menerima komoditas lainnya yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati maupun vitamin dan mineral sebagai upaya dari pemerintah untuk memberikan akses KPM terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi lainnya," Ungkap Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Mursini, M.Si pada Sosialisasi Program Sembako di Gedung Narosa Teluk Kuantan, Senin (3/2) kemarin.

Menurut Bupati, Untuk bantuan program Sembako in, disalurkan melalui sistem perbankan yaitu Bank Mandiri. Hal ini diharapkan dapat mendorong perilaku produktif masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal ke depannya.  

Selain itu, Katanya, Program Sembako diharapkan juga dapat diintegrasikan, dengan program bantuan sosial lainnya melalui sistem perbankan.

"Saya berharap, semua pihak yang terkait benar-benar memperhatikan beberapa hal antara lain, supaya KPM dapat menentukan waktu pembelian jenis, jumlah, dan kualitas bahan pangan dan memanfaatkan dana bantuan program sembako ini pada e-warung terdekat," paparnya.

"Sedang kepada pemilik warung, agar tidak memaketkan bahan pangan yaitu menjual bahan pangan dengan jenis, dan jumlah yang ditentukan sepihak oleh warung atau pihak lainnya, sehingga KPM tidak memiliki pilihan," ujarnya.

Di e-warung dapat membeli pasokan bahan pangan dari berbagai sumber, dengan memperhatikan tersedianya pasokan bahan pangan bagi KPM secara berkelanjutan, serta pada kualitas dan harga yang kompetitif bagi KPM.

"Nah, begitu juga dengan bank penyalur. Pihak bank agar dapat menyalurkan dana bantuan ke rekening KPM, termasuk tidak melakukan pemesanan bahan pangan," tukasnya. (R24/Zar)



Informasi Anda Genggam



Loading...