Puan Maharani Sebut Tak Ada Jaminan Putra Jokowi Didukung PDIP Dalam Pilkada Solo, Pengamat: Itu Basa-basi Politik

Siswandi
Selasa, 11 Februari 2020 | 10:51 WIB
Puan Maharani bersama Gibran dan dua kandidat bakal calon Walikota Solo. Foto: int R24/wan Puan Maharani bersama Gibran dan dua kandidat bakal calon Walikota Solo. Foto: int

RIAU24.COM -  Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani, menyatakan meski telah mengikuti fit and proper test untuk maju sebagai bakal calon Walikota Solo, namun belum ada jaminan PDIP akan memberikan rekomendasi kepada putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. 

Hal itu disebabkan ada mekanisme berjenjang yang harus dilalui terlebih dahulu. 

“Rekomendasi penjaringan di PDIP dilakukan secara berjenjang. Dari pulau DPC, DPD hingga  kemudian DPP. Dan hasilnya yang akan memutuskan adalah masukkan yang tadi secara berjenjang disampaikan kepada ketua umum. Dan kemudian akan diputuskan oleh ketua umum melalui partai," terangnya, saat menerima Gibran, Senin (10/2/2020) kemarin di Jakarta.

Baca juga: Rendahkan SBY Lalu Bandingkan dengan Akidi Tio, Rudi S Kamri Langsung Didoakan Kader Demokrat Ini

Dilansir viva, Selasa 11 Februari 2020, Puan mengakui, pihaknya belum bisa mengungkapkan kapan keputusan fit and proper test tersebut akan diumumkan. Namun pihaknya akan menyegerakannya setelah ada rekomendasi. 
"Secepatnya. Jadi sudah ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan, namun untuk kota Solo kita lihat lagi perlu beberapa saat lagi untuk kemudian diputuskan dalam rapat DPP. Siapa yang kemudian akan mendapatkan rekomendasinya," tambahnya. 

Lebih lanjut, Puan menolak bila gejolak yang terjadi dalam pilkada Walikota Solo membuat suhu politik partai berlambang kepala banteng ini memanas. Sebab,  Gibran datang ke DPP PDIP bersama pengurus PDIP Kota Solo.

"Artinya seluruh kader Kota Solo sudah bersepakat bahwa apapun rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP partai, atau ketua umum partai adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan dalam memenangkan pilkada yang akan datang," katanya.

Baca juga: Ada yang Salah Dengan Baliho Puan Maharani, Fadli Zon: Kebinekaan Bukan Kebhinnekaan

Itu Basa-basi Politik 
Terpisah, pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Riewanto, menilai, ajang fit and proper test untuk Pilkada Solo, hanya sekedar formalitas dan basa-basi politik yang dilakukan DPP PDIP. Apalagi, yang diundang hanya tiga orang bakal calon.

Menurutnya, dinamika Pilkada Solo sebenarnya sudah selesai ketika Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua DPC PDIP sekaligus Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, belum lama ini. 

"Sebenarnya fit and proper test itu hanya basa-basi politik bahwa partai sudah melakukan proses. Tapi dengan pertemuan Jokowi-Rudy kemarin, artinya Pilkada Solo selesai," lontarnya, dilansir detik, di Solo. 

Menurutnya, DPP PDIP saat ini sudah memiliki nama pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Solo. Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa diundang untuk mempertegas bahwa ketiganya harus siap dengan apa pun hasilnya.

"Tentu sebenarnya DPP sudah punya nama pasangan calon, antara tiga yang diundang itu. Ketiganya diundang untuk memastikan saja bahwa mereka siap menerima apa pun hasilnya," ujarnya lagi. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...