Menu

Bupati Wardan Ikuti Rakoor Dengan Panglima TNI dan Kapolri, Bahas Penanganan Karlahut di Riau

Ramadana 13 Feb 2020, 14:52
Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP menghadiri Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau (foto/Rgo)
Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP menghadiri Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau (foto/Rgo)

RIAU24.COM - INHIL- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP menghadiri Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau tahun 2020, Rabu (12/2/2020) di Gedung Daerah Jalan Diponegoro No. 23 Pekanbaru.

Rapat Koordinasi ini langsung dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Pol Idham Aziz, Gubernur Riau, Dandrem 031 Wirabima, Forkompimda se-Provinsi Riau, serta Tokoh Masyarakat.

zxc1

Dalam kesempatan ini, Bupati Inhil didampingi oleh Kapolres Inhil, Dandim 0314/ Inhil, serta kepala BPBD Inhil.

Kapolri, Jenderal Pol Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tiba di Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru sekira pukul 16.00 WIB, petang.

zxc2

Pada momen itu, Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi sebagai Dansatgas Karhutla, menjelaskan dan memperkenalkan aplikasi Dashboard Lancang Kuning kepada Kapolri dan Panglima TNI, serta rombongan Perwira tinggi lainnya. Menurut Syamsuar, Aplikasi ini merupakan inovasi kreatif dari Kapolda Riau.

Usai Syamsuar memaparkan, giliran Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Emam Effendi SH SIK MSI memaparkan bahwa Polda Riau membangun sinergi dengan masyarakat Riau terkait penanganan karhutla.

Sinergi ini menurut Agung, utamanya adalah memadukan sistem. Polda Riau membangun aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini dengan tujuan bisa menentukan langkah kongkrit yang sama.

"Dashboard Lancang Kuning ini bisa menentukan titik api sehingga kita bersama-sama memobilisasi orang di lapangan termasuk mobilisasi personil Polri yang terlihat di lokasi melalui nomor HP-nya yang terpantau melalui Dasboard Lancang Kuning. Dashboard ini akan memberi tahu di mana ada titik api (hotspot), memberikan info dari lahan gambut, juga menentukan apabila ada titik api di atasnya. Termasuk melihat di titik api mana dan pemilik lahannya siapa," terangnya.

Atas paparan itu Kapolri Idham Aziz sangat mengapresiasi kinerja Polda Riau dengan aplikasi tersebut. Saat itu juga Idham Aziz langsung memerintahkan Asops Kapolri supaya 13 Polda lain yang rawan karhutla untuk meniru dan mengikuti inovasi yang dilakukan Polda Riau ini. 

Sementara itu Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahyanto mengatakan bahwa BRG (Badan Restorasi Gambut) juga memiliki aplikasi sendiri.

"Jadi antara aplikasi Dasboar lancang Kuning bisa koordinasi dengan BRG, tawari juga agar BRG masuk di aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini," ujarnya.

Menurut Hadi, aplikasi tersebut sangat efektif dan efisien, sehingga dapat memonitor daerah yang terbakar. Dirinya menginstruksikan agar aplikasi ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya yang rawan bencana karhutla.

“Terima kasih pak Gubernur, Kapolda Riau, Danrem dan jajaran yang sudah berinovasi kreatif dengan aplikasi ini. Aplikasi ini Ini sangat bermanfaat," kata Hadi menutup pembicaraan.

Sementara itu, Bupati Inhil bersyukur dan bangga terhadap pihak Polda Riau. Ia berharap, dengan adanya aplikasi tersebut, dapat mencegah dan meminimalisir terjadinya karhutla, karena dapat dengan cepat mengetahui posisi titik api, sehingga bisa segera dilakukan penanggulangan.

"Semoga dengan aplikasi ini dapat dengan cepat mengambil tindakan apabila sudah ada terpantau di suatu wilayah terdapat titik hot spot khusunya di Wilayah Inhil yang sangat luas," tandasnya. (R24/Rgo)