riau24

Senat AS Setuju Batasi Kewenangan Trump Perang dengan Iran

Jumat, 14 Februari 2020 | 15:54 WIB
Donald Trump (net) R24/riko Donald Trump (net)

RIAU24.COM -  Senat Amerika Serikat (AS) sepakat untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran. Dalam pemungutan suara yang digelar Kamis 13 Februari 2020 waktu setempat, sebanyak 55 anggota menyetujui resolusi itu termaksud delapan senator daru Republika, partai pendukung Trump, sementara 44 menolak. 


space

BACA JUGA : Sebuah Serangan Bom Bunuh Diri Tewaskan Beberapa Orang Dalam Sebuah Upacara Keagamaan di Pakistan


Dengan resolusi ini maka Trump harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan kongres sebelum meluncurkan serangan ke Iran. 

"Senat baru saja menyepakati, mayoritas senator bipartisan tidak ingin presiden menyatakan perang tanpa persetujuan Kongres," kata pemimpin Senat dari Demokrat Chuck Schumer usai pemungutan suara seperti dikutip dari AFP.

Resolusi itu selanjutnya akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat yang bulan juga menyetujui hal serupa.

Trump kemungkinan akan menggunakan hak veto untuk melawan resolusi itu, seperti yang dia lakukan ketika Kongres memintanya mengakhiri dukungan bagi serangan Arab Saudi di Yaman.

Resolusi ini dirancang setelah Trump memerintahkan menyerang Iran hingga menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani pada Januari lalu. 

Keputusan Trump untuk menyerang perwira tinggi militer Iran itu menuai kecaman karena dilakukan tanpa sepengetahuan Kongres. Beberapa saat sebelum pemungutan suara di Senat itu, sebuah roket menghantam pangkalan militer pasukan As di Irak.

Pernyataan resmi militer Irak mengatakan tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat serangan tersebut.

space

BACA JUGA : Tragis, Ratusan Bayi dan Anak-Anak Sekarat Karena Tidur di Bawah Cuaca Beku di Suriah

space

Pasukan keamanan melaporkan menemukan landasan berjarak lima kilometer dari markas militer. Landasan tersebut yang diduga dipakai untuk menembakkan roket.

Di lokasi tersebut ditemukan 11 roket utuh yang belum ditembakkan, namun para pelaku sudah melarikan diri. 

Penulis: R24/riko





Loading...