riau24

Gara-gara Kejadian Ini, Kebijakan Pemerintah China Disebut Jadi Penyebab Banyaknya Warga Yang Tewas Karena Virus Corona

Selasa, 18 Februari 2020 | 09:58 WIB
Jalanan Kota Wuhan yang tampak sepi karena warga mengurung diri di rumah. Foto: int R24/wan Jalanan Kota Wuhan yang tampak sepi karena warga mengurung diri di rumah. Foto: int

RIAU24.COM -  Nasib mengenaskan dialami keluarga Chang Kai (55), seorang direktur di Hubei Film Studios di Kota Wuhan, China. Hal itu selah ia dan tiga anggota keluarganya, tewas setelah diserang virus Corona. 

Sejak kejadian yang menimpa keluarga Chang Kai terungkap, sorotan langsung tertuju kepada pemerintah China. Khususnya terkait dengan kebijakan pemerintah China, yang menerapkan sistem karantina dengan mengurung penderita virus Corona, di kediaman masing-masing. 


BACA JUGA : Egois, Pria Thailand Ini Nekat Meludah, Batuk dan Muntah di Stasiun Kereta, Dan Hal Tragis Ini yang Terjadi Selanjutnya...


Pasalnya, kebijakan dianggap sebagai penyebab makin mudahnya virus itu menyebar dan memakan banyak korban hingga tewas. Belakangan, kebijakan itu bahkan disebut sebagai langkah yang 'jahat'. 

Chang Kai diketahui meninggal pada Jumat 14 Februari 2020, menyusul dua anggota keluarganya yang lebih dulu meninggal. Sebelumnya, ayah dan ibu Chang telah meninggal karena terinfeksi virus tersebut. Parahnya, beberapa jam setelah Chang meninggal, saudara perempuan tertuanya juga ikut meninggal. Semua diketahui tinggal di rumah yang sama. 

Dilansir viva, Selasa 18 Februari 2020 yang merangkum harian setempat, Chen Bo, seorang profesor di Huazhong University of Science dan Technology, Wuhan, mengatakan, karantina rumah justru akan membuat penyebaran virus ini semakin brutal. Tak hanya itu, karantina di rumah juga justru membuat penyakit semakin serius tanpa adanya perawatan. Ujung-ujungnya justru akan membuat korban nyawa semakin besar.

Dilansir media setempat, ayah Chang adalah yang pertama kali dilaporkan terinfeksi virus ini pada 25 Januari 2020 lalu. Sempat dibawa ke rumah sakit, ia dipulangkan ke rumah, dengan alasan rumah sakit tidak lagi memiliki ranjang yang cukup untuk menampung pasien virus Corona. 

BACA JUGA : Viral, Bocah Malaysia Ini Berbagi Kisah Memilukan Tentang Keluarganya yang Tidak Makan Selama Tiga Hari

Tiga hari kemudian, ayahnya meninggal dunia.  Rupanya kejadiani tu hanya awal dari tragedi yang menimpa keluarga Chang. Pada 2 Februari 2020, giliran ibunya yang meninggal karena virus yang sama. Lalu disusul dengan meninggalnya Chang pada 14 Februari 2020. Beberapa jam kemudian disusul saudara perempuan Channg yang meninggal.

Sementara itu, Zhong Nanshan, seorang ahli epidemiologi di China, juga sempat memperingatkan betapa bahayanya menyuruh penderitan Virus Corona kembali ke rumahnya masing-masing. 

Memang pada 2 Februari 2020, pihak berwenang di Wuhan sempat mengumumkan metode karantina di kediamannya tersebut dibatalkan. Namun kebijakan itu dianggap telah terlambat karena penyebaran virus sudah tak terkendali. ***

Penulis: R24/wan



Loading...