Diberi Nama PT Trans Agro Lestari, Petani Sawit Kuansing Sepakat Dirikan BUMP

Satria Utama
Selasa, 18 Februari 2020 | 16:43 WIB
Petani sawit kuansing sepakat dirikan BUMP R24/saut Petani sawit kuansing sepakat dirikan BUMP

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Perwakilan petani kelapa sawit dari 10 KUD di Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir,  Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau sepakat mendirikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) bernama PT Trans Agro Lestari (TAL)  Rapat pendirian BUMP berlangsung di Fox Harris Hotel Jalan Riau Pekanbaru Senin malam (17/2/2020).

Dalam rapat tersebut juga disepakati susunan Pengurus BUMP PT TAL Kuansing. Sebagai Direktur Utama (Dirut) ditunjuk dengan suara bulat adalah Ir Oberlin Manurung, Komisaris Utama Ronald Sihombing, Komisaris Abdul Sobur Hamdan dan H Bambang Mardi Utomo. Komisaris Independen Syoffinal SP MSi, Direktur Keuangan H Budiono, dan Direktur Operasional Cahyo Virlianto S. Kom, 

Baca juga: bank bjb Terus Bergerak Positif Hingga Triwulan 3 2021

Terbentuknya BUMP sawit PT Trans Agro Lestari, murni 100 persen milik petani sawit Kuansing ini berkat perjuangan seorang inisiator dari Riau Alexander Pranoto yang didukung penuh Syoffinal SP M.Si yang kini bertugas di Dinas Perkebunan Provinsi Riau. 

Keduanya secara intensif berkonsultasi dengan Ketua Seknas BUMP Indonesia DR Ir Sugeng Edi Waluyo MM agar bisa juga BUMP diterapkan di Riau. 

Alexander Pranoto pimpinan PT Buana Orbit Sejahtera (PT BOS) adalah rekanan kontraktor replanting kelapa sawit profesional yang sudah menangani prigram replanting kelapa sawit di Riau, Sumut, Jambi, dan Sumbar. 

Baca juga: Naik Lagi, Berikut Ini Harga Terbaru Emas Antam Per 26 Oktober 2021

Dengan telah resmi berdirinya BUMP PT Trans Agro Lestari Kuansing ini, menurut DR Edi, Riau akan menjadi pilot project BUMP sawit pertama berdiri di Indonesia.  Jika nantinya BUMP Sawit Kuansing ini sukses,  maka akan daoat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. 

Dr Edi juga menceritakan kisah sukses BUMP di Wonogiri hingga bisa ekspor komoditi pertanian ke luar negeri. Kesuksesan itu karena kolaborasi yang baik antara Akademisi, Bussinessman  Goverment dan Media (ABGM) 

"Saya melihat kolaborasi ini sudah terlaksana di Riau,  akademisi, perusahaan swasta dan pemerintahnya kompak bekerjasama,  ditambah lagi dukungan media,  dalam hal ini Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Riau," kata DR Ir Sugeng Edi Waluyo MM.

Menurut Dirut BUMP PT Trans Agro Lestari Ir Oberlin Manurun,  keberadaan BUMP sangat dibutuhkan petani sawit Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir,  apalagi di daerah ini akan dilaksanakan replanting kebun sawit seluas sekitar 8.500 hektare pada Agustus atau September 2020.

"BUMP nantinya dapat melakukan usaha perkebunan tanaman sela seperti jagung,  sehingga nantinya saat menunggu sawit kembali berbuah,  petani tetap memiliki penghasilan, " ujarnya. 

Ditambahkan Dr. Edi,  tanaman jagung memiliki prospek yang baik. Seperti diketahui Indonesia masih kekurangan jagung dan jagung Indonesia diimpor dari luar negeri 3 juta ton per tahun. "Alangkah potensialnya selain replanting sawit tanaman selanya ditanam jagung yang sudah ada perusahaan yang akan menampung hasil panen jagung petani Kuansing tersebut," kata Pak Edi.

Menurut rencana juga petani Kuansing ini akan mendapat bantuan sapi tahap awal akan dipasok 1.000 ekor sapi. Pakan sapi diharapkan dari daun jagung yang ditanami petani. Direncanakan penanaman jagung bertahap untuk tahap awal ditanam seluas 1.000 hektare.***

 

R24/rls


Informasi Anda Genggam


Loading...