Setelah China Mulai Turun, Wabah Virus Corona "Menggila" di 4 Negara Ini, Nomor 3 Kok Bisa?

Siswandi
Minggu, 23 Februari 2020 | 23:35 WIB
Petugas kesehatan di Kota Daegu tengah menyemprotkan disentiktan di salah satu tempat umum. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang kini tengah dijangkiti virus mematikan ini. Foto: int  R24/wan Petugas kesehatan di Kota Daegu tengah menyemprotkan disentiktan di salah satu tempat umum. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang kini tengah dijangkiti virus mematikan ini. Foto: int

RIAU24.COM -  Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa wabah virus Corona di China sudah mulai mereda. Namun kondisi sebaliknya, malah terjadi di 4 negara ini. Berdasarkan fakta itu, WHO pun memperingatkan masyarakat internasional bahwa terlalu dini untuk membuat perkiraan mengenai wabah virus Corona karena kasus infeksi baru terus mengalami peningkatan di sejumlah negara di luar Cina.

Dilansir tempo, Minggu 23 Februari 2020, berikut 4 negara yang saat ini mengalami peningkatan kasus wabah virus Corona tersebut.

Baca juga: Rusia Rencanakan Serangan Darat dan Laut ke Ukraina Guna Amankan Pasokan Air

Yang pertama adalah Korea Selatan. Total masyarakat Negeri Gingseng yang telah terjangkit virus ini tercatat sebanyak 556 orang. Dilaporkan korea times, dari total jumlah itu, sebanyak 4 orang dinyatakan meninggal.

Kasus infeksi virus Corona terbanyak ditemukan di komunitas gereja Shincheonji di tenggara kota Daegu, yang juga kota terbesar keempat di Korsel. Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegaan Penyakit Korea, lebih dari 9 ribu umat gereja Shincheonji melakukan karantina sendiri untuk mencegah penularan. Kabar baiknya, ada 18 orang yang dirawat di rumah sakit dinyatakan sembuh dari virus ini. 

Kasus pertama infeksi virus Corona di Korea Selatan ditularkan oleh seorang wanita Cina dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China. Seperti diketahui, Wuhan merupakan kota tempat pertama kali virus Corona ditemukan.

Yang Kedua adalah Italia. Virus Corona mulai mewabah di Italia sejak pekan lalu. Hal ini membuat Italia sebagai negara pertama di Eropa, yang warganya meninggal karena virus Corona. 

Total jumlah kasus virus Corona di Italia tercatat sebanyak 59 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 49 kasus ditemukan di Lombardy, 11 di Veneto, stu di Piemonte dan satunya lagi di Umbria. Sebanyak 150 orang termasuk petugas kesehatan diisolasi untuk mengikuti pemeriksaan.

Baca juga: Kuba Akhirnya Memiliki Pemimpin Baru, Dan Itu Bukan Castro

Yang ketiga adalah Iran. Tak pernah disebut-sebut sebelumnya, saat ini virus Corona juga telah mulai menyerang Iran, negara di kawasan Timur Tengah. Saat ini, Pemerintah Iran melaporkan 6 orang yang terinfeksi virus Corona yang telah meninggal. 

Sementara jumlah kasus baru infeksi virus mematikan itu pada Sabtu kemarin sebanyak 10 kasus, dua kasus ditemukan di Teheran dan delapan di kota Qom. Sejauh ini sudah 28 kasus infeksi virus Corona ditemukan di Iran.

Menurut pejabat Kementerian Kesehatan Iran, Minoo Mohraz, berkemungkinan virus ini dibawa para pekerja China yang bekerja di Qom. Mereka berkunjung ke Cina dan kembali ke Qom, tempat mereka bekerja membangun pembangkit listrik tenaga matahari.

Negara keempat yang juga terjangkit virus Corona adalah Jepang. Sebanyak 4 kasus baru ditemukan pada Sabtu, 22 Februari 2020. Satu kasus dialami seorang perempuan usia 60 tahun, guru SMA di prekfektur Chiba. Kasus kedua juga diderita seorang permepuan usia 30 tahun juga di Chiba dan telah menjalani perawatan di rumah sakit.

Belum diketahui bagaiman kedua perempuan yang tidak saling mengenal itu terinfeksi virus Corona, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, 22 Februari 2020.

Dua kasus lainnya ditemukan pada seorang pria usia 60 tahun dan 50 tahun di prekfektur Kumamoto.

Sebanyak 99 orang telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif menderita infeksi virus Corona yang mirip penderita flu.

Namun kasus yang paling adalah virus Corona yang menjangkit lebih dari 600 orang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di salah satu pelabuhan di Jepang. Saat ini, para penumpang kapal itu telah dikarantina selama lebih dari 2 minggu untuk mencegah penularan wabah virus Corona. 

Dua orang dewasa penumpang kapal pesiar itu tewas. Sehingga total orang tewas akibat terkena virus Corona di Jepang menjadi 3 orang. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...