riau24

Situasi di Pelalawan Dikabarkan Mencekam, Harimau yang Muncul Dikabarkan Lima Ekor Sekaligus!

Ardi
Selasa, 25 Februari 2020 | 10:25 WIB
Ilustrasi R24/ardi Ilustrasi

RIAU24.COM -  PELALAWAN- Hingga saat ini, heboh dan simpang siur tentang kabar keberadaan harimau Sumatera di Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung. 

Pasalnya, menurut pengakuan warga yang mengaku menyaksikannya, harimau yang muncul tidak hanya satu ekor, melainkan lima ekor sekaligus. Sejauh ini, belum juga didapat informasi dari mana bintang buas yang dilindungi itu datang dan akhirnya berkeliaran di kawasan itu. 


BACA JUGA : RAPP dan APR Bantu 10.905 Paket Sembako Untuk Masyarakat Lima Kabupaten di Riau


Dilansir sebelumnya, harimau tersebut dilaporkan berkeliaran dalam areal kebun kelapa sawit milik PT Surya Bratasena.

 

Buntut dari informasi itu, pada Selasa 25 Februari 2020 pagi tadi, warga sekitar Pangkalan Kuras mendapat pesan melalu WhatsApp, adanya peringatan dari Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti dan Desa Surya Indah.

Pesan tersebut berbunyi: 

Selamat Pagi Bpk, Ibu diberitahukan kepada warga Desa Sidomukti apa bila memacing ke areal PT SBP dan PT Safari Riau agar ditunda dulu untuk sementara waktu dikarenakan Harimau Sumatra sedang berada di arel tersebut. Trim's atas perhatiannya. Dari Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti dan Desa Surya Indah Bripka Togap Sitorus

BACA JUGA : Kapolres Pelalawan Tinjau Pos Pam Check Point

Sebelumnya, Kepala Desa Sido Mukti, Kozen, ketika dikonfirmasi juga membenarkan adanya informasi tersebut.

"Iya, sekira jam 9 tadi malam. Kita memperoleh informasi tersebut. Yang melihat itu, adalah security perusahaan. Katanya, ada lima ekor," terangnya.
 
Sementara itu, keterangan berbeda datang dari Camat Pangkalan Kuras, Firdaus. Meski membenarkan adanya penampakan harimau tersebut, namun ada perbedaan mengenai jumlah. Karena sejauh ini pihaknya menerima laporan harimau yang tampak berkeliaran ada sebanyak dua ekor.

"Iya, benar. Lokasinya antara Desa Sorek Dua dengan Desa Terantang Manuk. Saya sudah melaporkan ke BKSDA tadi," terangnya. ***

R24/ardi 



Informasi Anda Genggam



Loading...