Arab Saudi Hentikan Sementara Layanan Umrah, Segini Perkiraan Kerugian Travel Umrah

M. Iqbal
Kamis, 27 Februari 2020 | 10:48 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah dari sejumlah negara. Hal itu dikarenakan dampak dari penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Mengenai hal tersebut Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiad memperkirakan ada potensi kerugian perusahaan travel umrah dalam dua pekan ke depan bisa mencapai Rp 100 miliar.

"Dari Indonesia bisa 50-60 ribu jemaah yang berpotensi batal berangkat kalau visa dilarang untuk dua pekan ke depan. Itu kalau dikalikan rata-rata 20 juta rupiah, maka bisa 100 miliar rupiah," kata Syam dilansir dari Tempo, Kamis, 27 Februari 2020.

Baca juga: Viral Video Panglima TNI Jenderal Wiranto Tak Ikut Campur Rivalitas Pilpres 1999, Netizen Salah Fokus ke SBY

Dia juga mengatakan visa umrah biasanya diterbitkan dua pekan atau sepuluh hari sebelum keberangkatan. Karena, pemerintah Arab memang membatasi waktu maksimum visa selama 15 hari.

"Kalau sudah diterbitkan, mereka (pemegang visa umrah) boleh menunggu maksimum 15 hari untuk tiba di Arab Saudi," lanjutnya.

Menurut Syam, jika visa belum keluar, maka potensi kerugian itu bisa lebih kecil. Karena, agen travel bisa berbicara dengan hotel dan perusahaan maskapai sehingga uang deposit yang sudah dibayarkan bisa ditangguhkan dulu dan pemesanan bisa diundur sampai kondisi memungkinkan. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan. "Apalagi kan kami sudah menerima uang jemaah, harus dikembalikan kalau tidak berangkat," tuturnya.

Baca juga: Ayah Rozak Sebut Ayu Ting Ting Orang Kaya Mampu Beli Apa Saja, Wendi Cagur: MasyaAllah, Anaknya Dieksploitasi

Hingga saat ini, Syam mengaku belum mendapatkan pengumuman resmi dan terperinci mengenai kebijakan pemerintah Arab tersebut. Untuk itu, ia bakal melihat kelanjutan kebijakan tersebut pada sore hari ini. Ia berharap jemaah yang telah mengantongi visa umrah tetap bisa datang ke Tanah Suci dan tidak perlu dibatalkan.

Dalam waktu dekat, pihaknya mengatakan asosiasinya segera menggelar rapat untuk mengambil kebijakan cepat. Tapi, ia mengingatkan kepada semua pihak bahwa persoalan ini bukan hanya terkait dengan kerugian.

"Sebagai umat islam jangan lupa kepada Allah, sebut inalillahi wainnailaihi rajiun, ini musibah," tandasnya.


Informasi Anda Genggam


Loading...