riau24

Terus Bertambah, Kini Meksiko Mengkonfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Sabtu, 29 Februari 2020 | 09:30 WIB
Terus Bertambah, Kini Meksiko Mengkonfirmasi Kasus Pertama Virus Corona R24/dev Terus Bertambah, Kini Meksiko Mengkonfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

RIAU24.COM - Pemerintah Meksiko mengatakan pada hari Jumat pihaknya telah mendeteksi kasus pertama infeksi coronavirus pada dua pria yang baru-baru ini bepergian ke Italia, menjadikan negara itu sebagai negara kedua di Amerika Latin yang terinfeksi virus.  Seorang lelaki berusia 35 tahun yang menunjukkan hasil positif dalam tes awal di Mexico City menjalani tes kedua yang menunjukkan hasil positif pada Jumat pagi, kata Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell Ramirez kepada wartawan.

Pria itu dalam isolasi, tambahnya.


BACA JUGA : Setelah Berjabat Tangan Dengan Pejabatnya yang Positif Coroa, Begini Kondisi Presiden Rusia Vladimir Putin Saat Ini


Kasusnya terkait dengan kasus kedua di negara bagian utara Sinaloa, Lopez-Gatell mengatakan pada konferensi pers bersama Presiden Andres Manuel Lopez Obrador. Lopez Obrador mendesak penduduk agar tetap tenang dan mengatakan para pejabat akan melaporkan setiap hari tentang perkembangan kasus.

"Kami memiliki kapasitas untuk menangani situasi ini," katanya.

Selama kunjungan mereka ke Italia, kedua kasus yang dikonfirmasi telah melakukan kontak langsung dengan warga negara Italia yang tinggal di Malaysia, kata pemerintah. Sebelumnya, Brasil adalah satu-satunya negara di Amerika Latin yang melaporkan kasus virus corona baru.

Sementara itu, Republik Dominika menolak untuk mengizinkan kapal pesiar menuju pulau untuk berlabuh di pelabuhan di tengah kekhawatiran tentang virus.

Sebuah pernyataan bersama oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Otoritas Pelabuhan mengatakan kapten Braemar melaporkan empat warga Filipina, dua warga negara Inggris dan dua warga AS sedang dalam pengawasan medis setelah menunjukkan gejala penyakit COVID-19 seperti demam, batuk, atau kesulitan bernafas. .

Fred Olsen Cruise Lines mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email bahwa mereka melaporkan "sejumlah kecil kasus serupa influenza di papan. Tim medis kami sekarang telah menyarankan bahwa mereka semua merasa lebih baik. Tidak ada tamu atau kru yang, atau telah, menunjukkan gejala yang dianggap konsisten dengan coronavirus. "

Para pejabat mengatakan kapal itu membawa 1.128 penumpang dan 384 anggota awak. Jalur pelayaran mengatakan "menunggu saran tentang langkah selanjutnya" dan "berhubungan dengan sejumlah maskapai penerbangan untuk mengamankan perjalanan selanjutnya bagi para tamu."

"Kami berpendapat bahwa ini adalah reaksi berlebihan oleh Republik Dominika," kata Fred Olsen dalam sebuah pernyataan tertulis.

Situs web jalur pelayaran menunjukkan bahwa kapal itu akan mengambil muatan penumpang lain dan berangkat dengan kapal pesiar baru Kamis malam.

Perusahaan mengatakan pada hari Jumat bahwa "kami sedang dalam diskusi dengan pihak berwenang terkait di pulau-pulau Karibia terdekat, serta sejumlah maskapai penerbangan, untuk memungkinkan para tamu kami turun dan mengamankan perjalanan selanjutnya bagi mereka untuk kembali ke rumah."

Menteri kesehatan publik Republik Dominika, Rafael Sanchez Cardenas, mengatakan kapal itu telah dilarang oleh pelabuhan lain tetapi tidak menentukan yang mana.

Sementara itu, penumpang di kapal lain di pulau Cozumel, Meksiko, menghadapi hari lain di atas kapal setelah kapal mereka berpaling dari pelabuhan di Grand Cayman dan Jamaika.

MSC Meraviglia merapat di Cozumel pada hari Kamis. Presiden Meksiko Lopez Obrador mengatakan penumpang akan diizinkan untuk turun.

Lopez Obrador mengatakan Meksiko harus bertindak dengan "kemanusiaan" setelah kapal ditolak otorisasi oleh dua negara lain karena ketakutan virus.

Tetapi Alejandra Aguirre, sekretaris kesehatan negara pantai Quintana Roo, mengatakan dua orang telah terdeteksi dengan infeksi saluran pernapasan akut yang tidak diyakini sebagai coronavirus baru dan bahwa penumpang lain tidak akan diizinkan keluar sampai tes pada mereka kembali lagi kemudian. Kamis.

BACA JUGA : Kisah Pria Malaysia yang Membagi-bagikan Makanan Untuk Lebih dari 100 Pekerja Bangladesh Selama Penguncian, Jadi Viral di Twitter

Keduanya diidentifikasi sebagai anggota awak laki-laki berusia 27 tahun dari Filipina dan seorang penumpang perempuan berusia 30 tahun dari Prancis.

MSC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua penumpang sekarang bebas dari gejala dan kapal akan tetap di Cozumel. Dengan asumsi izin untuk turun diberikan, penumpang akan bebas untuk melakukan tur Cozumel hingga akhir Jumat.

Garis pelayaran telah menyatakan frustrasi dengan penolakan, yang datang setelah melaporkan bahwa anggota kru sakit karena flu musiman biasa.

"Kapal itu diizinkan untuk berlabuh dan para penumpang, mereka yang berada di atas kapal pesiar, dapat turun," kata Lopez Obrador, seraya menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan akan dilakukan.

"Kami tidak bisa bertindak dengan diskriminasi," katanya. "Bayangkan jika sebuah kapal tiba dan bahkan tidak diizinkan untuk berlabuh, dan mereka diberi tahu, 'Terus jalan, lihat di mana Anda bisa berlabuh.' Itu tidak manusiawi. "

"Kami tidak bisa menutup pelabuhan kami, kami juga tidak bisa menutup bandara kami," tambahnya.

 

 

 

 

R24/DEV

Penulis: R24/dev



Loading...