riau24

Musda Golkar Riau Ditunda, Ini Komentar Sukarmis

Riko
Senin, 02 Maret 2020 | 14:13 WIB
Sukarmis R24/riko Sukarmis

RIAU24.COM -  Politisi senior Golkar Sukarmis mengaku tidak tahu persis musyawarah daerah (musda) Golkar Riau yang dilakukan Minggu kemarin ditunda. Dia beralasan dirinya tidak diundang dalam pemilihan ketua DPD I Golkar Riau itu. 


BACA JUGA : Kritik Keras Aksi Teror Terhadap Panitia Diskusi UGM, Begini Komentar Hidayat Nur Wahid


"Saya mendengar dari kicauan burung aja Musda Golkar ditunda, karena saya tidak hadir dan tak diundang. Dan yang diundang ketua DPD II, "kata Sukarmis kepada Riau24. com. Senin 2 Maret 2020.

Tapi lanjut Sukarmis, memang Dia mendegar soal Musda ini ditunda karena ada beberapa pengurus DPD II keberatan karena diberhentikan oleh ketua DPD I Golkar sehingga mereka melapor pada Mahkamah Partai Golkar. Mereka itu diantaranya DPD II Rohil, Dumai, dan Siak. 

"Makanya ditunda karena mereka tidak mau kehilangan suara, "ujarnya.

Mantan bupati Kuansing itu juga mengaku bahwa dirinya tidak berada pada posisi kecewa dan menerima atas ditundanya Musda itu. Sebab sikap itu tidak ada dalam dirinya. Tapi Ia berharap musda ini harus dijalankan. 

"Soal kecewa dan menerima saya tidak ada dalam diri saya soal penundaan musda ini. Tapi saya berharap Musda ini harus dijalankan, "pungkas penasehat Golkar Riau itu. 

Ditanya soal peluang dua kandidat siapa yang akan merebut kursi ketua DPD I Golkar Riau antara Syamsuar dan Arsyadjuliandi Rachaman, Sukarmis memilih enggan komentar. Namun Sukarmis melihat adanya perpecahan dalam musda Golkar Riau 
itu karna adanya beda pilihan dalam memilih pemimpin dan fenomena itu merupakan hal yang wajar. 

"Tapi pada dasarnya yang pecah itu tetap satu yaitu Golkar. Saya sendiri jika diposisi itu hati saya kalau dibedah tetap Golkar, begitu juga Syamsuar dari dulu orang Golkar, "jelasnya. 

BACA JUGA : Politisi Demokrat : Siapa Yang Lebih Pantas Ditangkap, Ruslan Buton Atau Harun Masiku?

Sukarmis, juga menepis kabar Syamsuar dipecat dari dari Golkar, menurutnya sampai saat ini DPP Golkar tidak ada melakukan pemecatan Syamsuar.

"Dan ketika itu dia tidak bisa maju gubernur karna tidak didukung Golkar dan wajar meninggalkan Golkar dengan mencari partai lain. Tapi sampai saat ini dia belum mundur dari Golkar,"tutupnya.

 



Informasi Anda Genggam



Loading...