Kasus Virus Corona di Iran Melonjak, Diprediksi Ada 15 Ribu Orang Terinfeksi

Riki Ariyanto
Selasa, 03 Maret 2020 | 06:49 WIB
Negara Republik Islam Iran disebut terbanyak orang terinfeksi virus corona (foto/int) R24/riki Negara Republik Islam Iran disebut terbanyak orang terinfeksi virus corona (foto/int)

RIAU24.COM - Selasa 4 Maret 2020, Negara Republik Iran menjadi yang paling parah jumlah orang terinfeksi virus corona. Pemerintah Iran sudah umumkan kasus infeksi Virus Corona atau covid-19 melonjak dari 593 menjadi 978 kasus cuma dalam sehari.

Dilansir dari Okezone, bahkan 54 orang di Iran telah meninggal dunia akibat virus corona. Hanya saja laporan BBC menyebut angka sebenarnya lebih dari 200 orang.

Baca juga: Bikin Bangga, Tampil Jadi Narasumber di Pertemuan Walikota Dunia, Pandangan Anies Baswedan Diapresiasi Sekjen PBB



Termasuk yang sudah terinfeksi virus corona tujuh pejabat tinggi Iran yaitu Wakil Menteri Kesetan Iraj Harirchi, Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar dan lima anggota parlemen dinyatakan positif terkena virus ini. Bahkan satu anggota parlemen meninggal karena terinfeksi virus korona.

"Penyakit ini tak terlihat dan tidak terdeteksi masuk ke Iran. Jadi tingkat infeksi mungkin lebih luas dari apa yang kita lihat," sebut Mike Ryan dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO pekan lalu.

Baca juga: Rusia Langsung Balas Dendam Kepada Amerika, Kenakan Sanksi Delapan Pejabat



Tingginya tingkat kematian di Iran akibat virus corona telah menimbulkan pertanyaan tentang cara Pemerintah Iran menangani krisis. Infeksi virus korona yang terjadi di sejumlah Kanada, Norwegia, dan Selandia Baru, juga diketahui berasal dari Iran.

Australia yang telah mengindentifikasi empat kasus dari Iran. Salah satunya penumpang Malindo Air dari Bali. Australia sudah memberlakukan larangan bagi siapa saja yang datang dari Iran untuk masuk ke Negeri Kangguru itu.

Oman, Yordania, Kuwait, Irak dan Arab Saudi menutup penerbangan ke Iran, sementara banyak negara tetangga menutup perbatasan mereka dengan Iran.

Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton mengutip lonjakan kematian dan kasus baru sebagai alasan Australia melarang perjalanan dari Iran.

Cuma pihaknya tidak memberlakukan larangan yang sama untuk Korea Selatan (dengan 3.150 kasus, 16 kematian) atau Italia (diketahui 1.128 kasus, 29 kematian).

Minggu lalu sumber-sumber di rumah sakit di Iran melaporkan setidaknya 210 orang sudah meninggal akibat virus korona. Media setempat mengutip Nahid Khodakarami, kepala komite kesehatan Kota Teheran, menyebut "kemungkinan antara 10 ribu hingga 15 ribu orang di Iran sudah terinfeksi virus corona". (Riki)


Informasi Anda Genggam


Loading...