riau24

Presiden Jokowi Heran Ada Durian Rasa Enggak Enak Tapi Dijual Mahal

Riki Ariyanto
Jumat, 13 Maret 2020 | 08:58 WIB
Presiden Jokowi saat membeli durian di Dumai, Provinsi Riau (foto/int) R24/riki Presiden Jokowi saat membeli durian di Dumai, Provinsi Riau (foto/int)

RIAU24.COM - Jumat 13 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran ada durian dijual mahal, tetapi rasanya enggak enak. Atas dasar itu Presiden Jokowi menilai Indonesia bisa memenuhi pasar ekspor, khususnya bagi pecinta durian di China.

Dilansir dari CNNIndonesia, Presiden Jokowi bercerita pernah membelikan durian dengan harga mahal untuk sang istri sebagai kado ulang tahun. Tetapi, setelah dimakan, rasa duriannya malah tak enak.


BACA JUGA : Bersiap Untuk New Normal, PSBB Pelalawan Tak Diperpanjang




"Permintaan dari China besar sekali. Tapi, durian dari Indonesia itu ada yang enak, ada yang tidak enak, campur-campur. Saya pernah beli durian mahal, harga mahal, barang saya lihat bagus, tapi rasa tidak enak," keluh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (12 Maret 2020).

Untuk itu Presiden Jokowi berharap bagi petani, khususnya yang tergabung di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), supaya membenahi kualitas durian di dalam negeri. Sebagai contoh, memperbaiki proses pembibitan supaya lebih baik dari sebelumnya.

BACA JUGA : Jika Harus Adaptasi New Normal, Pemerintah Jujurlah Terlebih Dulu



"Ini harus ada sebuah manajemen yg bagus di lahan yang luas. Dari kebun harusnya enak-enak semua, karena manajemen dan pembibitan bagus. Masa tidak bisa," pesan Presiden Jokowi.

Bukan cuma durian, Presiden Jokowi juga mengeluh pasokan manggis yang tidak sesuai dengan harapan pasar. Presiden Jokowi lagi-lagi menyayangkan hal tersebut, karena permintaan dari Timur Tengah, Eropa, dan Tiongkok terbilang tinggi.

"Tapi barangnya tidak ada. Harusnya kan ada. Dari HKTI hanya satu atau dua (petani) yang memiliki kebun manggis, ya memang tidak perlu banyak-banyak, tidak perlu 100 ribu hektare (ha), tapi 5 ribu ha cukup," sebut Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengeluhkan banyak petani malah memilih mengembangkan kebun karet dan sawit karena dinilai lebih menguntungkan. "Nanti kalau pas harganya turun kayak sekarang. Harga karet turun, sakit bareng-bareng. Beberapa tahun lalu sawit juga harga turun, sakitnya bareng-bareng," sebut Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi sangat berharap petani di Indonesia mengembangkan kebun yang banyak buah tropis, misalnya durian atau manggis. Sebab buah tropis termasuk komoditi ekspor yang tinggi harga jualnya di luar negeri. (Riki)



Informasi Anda Genggam



Loading...