Menu

Banjir Bandang Hantam Satu Kampung di Agam Sumatera Barat, Jembatan Pun Ikut Hancur

Siswandi 13 Mar 2020, 10:58
Salah satu rumah warga di Agam, Sumbar, yang dipenuhi lumpur setelah dihantam banjir bandang. Foto: int
Salah satu rumah warga di Agam, Sumbar, yang dipenuhi lumpur setelah dihantam banjir bandang. Foto: int

RIAU24.COM -  Banjir bandang tiba-tiba menghantam Jorong Kamparcan, Nagari Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis 12 Maret 2020 sore kemarin. Sedikitnya, diperkirakan ada sekitar 30 rumah warga dipenuhi material lumpur dalam kejadian itu. Selain itu, fasilitas umum berupa jembatan permanen juga dikabarkan hancur akibat diterjang material yang terbawa banjir. 

Terkait hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya masih mendata dampak yang ditumbulkan. 

Proses pembersihan material lumpur sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini Jumat 13 Maret 2020. 

“(banjir bandang) akibat curah hujan yang cukup tinggi yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Agam. Banjir sudah surut, namun meninggalkan material lumpur yang masuk ke rumah warga setinggi 30 sentimeter sampai 50 sentimeter,” terangnya, dilansir viva. 

Selain rumah warga, banjir bandang juga merusak fasilitas Madrasah Tsanawiyah Batu kambing. Dalam kejadian itu, dua ruang belajar, dinding musala dan dinding ruang OSIS, roboh akibat dihantam banjir.

Di saat bersamaan, peristiwa serupa ternyata juga melanda Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari. Di kawasan itu, sebanyak enam rumah warga, enam bangunan kedai, dan dua masjid terkena dampaknya. Banjir bandang juga menyebabkan robohnya satu jembatan permanen penghubung Nagari Sitalang di Kecamatan Ampek Nagari dengan Kecamatan Palembayan.

Mengingat cuaca masih buruk, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena banjir bandang susulan bisa saja terjadi. "Kita harapkan masyarakat waspda, karena beragam kemungkinan bisa saja terjadi," ujarnya. ***