Menu

Dipercaya Bisa Menangkal Virus Corona, Harga Jahe Putih di Pasar Belantik Naik

Lina 16 Mar 2020, 14:15
Warga Siak terus memburu rempah-rempah yang diyakini penangkal virus corona (foto/Lin)
Warga Siak terus memburu rempah-rempah yang diyakini penangkal virus corona (foto/Lin)

RIAU24.COM - SIAK- Warga Siak terus memburu rempah-rempah yang diyakini penangkal virus corona salah satunya jenis komoditi jahe merah. Akibatnya  jahe merah pun langka dan bahkan semakin sulit untuk didapatkan di pasaran.Kini, masyarakat pun mengalihkan pencariannya ke jahe putih yang lebih mudah didapat di Pasar Blantik Siak, sehingga karna banyaknya permintaan harga jahe pun sekarang naik dari Rp 25.000 menjadi Rp.35.000 /kilo.

zxc1


Kendati harga jahe naik, namun warga tetap membeli bahkan tak sedikit waarga hang membeli jahe dengan jumlah yang terbilang banyak.

"Kalau jahe merah sekarang sudah tidak ada dan sulit didapatkan. Pembeli pun beralih memborong jahe putih yang stoknya masih ada sekarang ini," jelas Kodir (62), salah seorang pedagang rempah-rempah di Pasar Blantik Siak, Senin (16/04/2020).

zxc2

Kodir menambahkan, saat ini harga jahe putih pun sama mengalami peningkatan Rp.10.000 perkilo.


Sebelumnya harga jahe putih hanya Rp 20.000  sampai Rp .25.000 perkilogramnya, setelah merebak virus corona harga jahe putih pun naik Rp 35.000 perkilogramnya.

"Dulu jahe putih itu tak dilirik dan banyak yang mencari jahe merah saja. Karena jahe merah langka sekarang, jahe putih pun jadi naik kelas sekarang buat obat penghangat badan," tambah Kodir.

Harga jahe merah terakhir dijual di pasaran mencapai Rp 80.000 per kilogramnya. Padahal, sebelum isu virus corona harganya hanya Rp 16.000 per kilogramnya.

Namun, sekarang stok jahe merah dari pemasok sudah tidak ada lagi dan kalau ada pun harganya pasti akan semakin mahal.

"Terakhir saya mencapai Rp 80.000 untuk jahe merah. Tapi, sekarang sudah tidak ada, hanya jahe putih saja sekarang adanya dari para pemasok ke Pasar Cikurubuk," tambahnya.

Hal senada dikatakan, Onah (65), pedagang rempah-rempah lainnya. Onah mengaku selain masyarakat memborong jahe putih  jenis jeruk peras kecil pun selalu laris pembeli.

Jeruk jenis itu diyakini pembeli untuk obat batuk dengan campuran kecap selama ini, Namun harga jeruk itu relatif stabil karena stoknya normal dan tak mengalami kelangkaan.

"Selain jenis jahe, jeruk nipis (peras) kecil yang warnanya hijau seperti ini pun laris dan banyak dicari pembeli. Kalau harganya normal taknada kenaikan, soalnya stoknya banyak" pungkasnya.

Seperti diketahui semenjak merebaknya Virus Corona , beberapa harga rempah-rempah mengalami kenaikan khusunya jahe dan temulawak.

Selain itu, beberapa bahan kebutuhan pokok pun mengalami kenaikan meskipun tak terlalu signifikan tergantung kelancaran dari para pemasok dan distributor selama ini di pasaran. (R24/Lin)