Hotspot Kembali Muncul, BPBD Minta Warga Tidak Bakar Lahan

Rizal
Rabu, 18 Maret 2020 | 08:34 WIB
Petugas melakukan pemadaman Karhutla di Dumai (foto/int) R24/zal Petugas melakukan pemadaman Karhutla di Dumai (foto/int)

RIAU24.COM -  DUMAI- Titik api kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai kembali muncul sejak Minggu beberapa hari yang lalu. 

Meski petugas gabungan bersama, TNI-POLRI dan Pasukan Badan Penanganan Bencana Daera ( BPBD ) kota Dumai sudah memadamkan pekan kemarin, namun sejumlah hotspot kembali muncul.

Baca juga: Kota Dumai Hari Ini Tambah 5 Kasus Covid-19, Sembuh Bertambah 9 Orang



Kepala BPBD Kota Dumai, Afri lagan Selasa (17/03/2020) mengatakan, berdasarkan laporan tim di lapangan, titik api kembali muncul Senin kemarin, di lokasi jalan lingkar Kelurahan Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

"Total luas lahan yang terbakar di Jalan Lingkar sekitar 7 hektar. Penambahan 3 hektar dari jumlah lahan terbakar semula 4 hektar. Tim gabungan saat ini terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan," katanya.

Baca juga: Satu Warga Dumai Positif Covid-19, Lakukan Isolasi Mandiri



Dikatakan Afri Lagan Personel yang terlibat dalam pemadaman di antaranya Regu BPBD Kota Dumai 10 personel, Kodim/Koramil 02 Bukit Kapur/ Babinsa/DenRudal 004 sebanyak 25 personel. Polres/ Polsek Sungai Sembilan/ Babinkamtibmas 35 personel.

Tim juga ditambah manggala Agni 2 Regu, Regdam 1 Regu, MPA 5 personel, Satpol PP Provinsi Riau 60 personel.

Sementara itu untuk alat pemadam, sarana dan prasarana yang digunakan untuk pemadaman adalah 2 unit mobil angkut BPBD Kota Dumai, 1 unit mobil angkut Kodim/Koramil 02 Bukit Kapur, 2 unit mobil angkut Manggala Agni, 5 unit Mobil angkut Polres Dumai/Polsek Sungai Sembilan serta saranan dan prasarana lainnya.

Ia menambahakan, titik api yang beberapa hari sebelumnya sudah padam, diduga karena angin kencang satu titik api kembali timbul di daerah Bangsal Aceh kecamatan Sungai Sembilan. 

Selain itu Afri lagan berharap, kepada masyarakat agar tidak membakar lahan saat membuka lahan karena kondisi cuaca sangat mendukung terjadi pelebaran kobaran api dan sulit dipantau.

"Kita berharap kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar, dan jika menemukan titik api di kawasan mohon ikut serta dalam pemadaman atau melaporkan kepada instansi terkait agar segera dipadamkan untuk mencegah meluasnya kebakaran," pungkasnya. (R24/Zal) 



Informasi Anda Genggam



Loading...