Menu

Mengejutkan, Begini Hasil Penelitian tentang Prediksi Korban Corona di Iran, China Pun Kalah

Siswandi 18 Mar 2020, 16:48
Petugas mengurus jenazah salah seorang pasien pengidap virus Corona di Iran. Foto: int
Petugas mengurus jenazah salah seorang pasien pengidap virus Corona di Iran. Foto: int

RIAU24.COM -  Peneliti di Universitas Teknologi Sharif, Teheran, baru saja mengeluarkan hasil penelitian dan uji skenario tentang kondisi Iran selama menghadapi Virus Corona atau COVID-19. Hasilnya, sungguh mengejutkan. Pasalnya, para peneliti memperkirakan, angka kematian akibat virus Corona di Iran diperkirakan akan melesat tinggi dibandingkan negara lain di dunia.

Dilansir viva yang merangkum DWnews, Rabu 18 Maret 2020, dari hasil uji skenari oitu, diprediksi lebih dari 3,5 juta warga Iran berpeluang meninggal dunia akibat Corona. Tak hanya itu, puncak epidemi Corona di Iran juga diperkirakan bakal terjadi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. 

Untuk diketahui, Pemerintah Iran telah memperkirakan puncak Corona bakal terjadi pada bulan Mei.

Ada beberapa hal yang mendasari hasil prediksi itu. Semua diambil berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Salah satunya, Pemerintah Iran hingga saat ini dinilai tidak menerapkan sistem isolasi yang maksimal, seperti yang terjadi di China. Sehingga para penderita virus Corona masih bebas beraktivitas dan berkumpul dengan warga lainnya.

Selain itu, Iran juga mengalami kendala terkait pasokan medis. Kondisi ini terjadi juga tidak terlepas akibat sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat. Faktor lainnya, terjadi kesalahan manajemen medis dalam mengatasi virus Corona di Iran.

Data terbaru yang diterbitkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University, sudah lebih dari 16 ribu warga Iran terinfeksi corona dan 988 orang meninggal dunia. Sementara jumlah korban yang berhasil dipulihkan hanya sebanyak 5.389 orang.

Halaman: 12Lihat Semua