Menu

Ditengah Wabah Corona, Jokowi Luncurkan Kartu Pra Kerja, Netizen Langsung Ngomong Begini

Ryan Edi Saputra 20 Mar 2020, 15:01
Kartu pra Kerja
Kartu pra Kerja

RIAU24.COM - JAKARTA - Ditengah merebaknya virus Corona di Indonesia, pemerintah resmi meluncurkan program Kartu Pra Kerja yang implementasi awalnya di empat provinsi, yakni Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya. Hanya saja peluncuran yang dilakukan hanya untuk sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, para calon peserta program Kartu Pra Kerja baru bisa mendaftar pada dua minggu ke depan atau setelah sosialisasi selesai. Registrasi untuk Kartu Pra Kerja baru akan dibuka pada awal April 2020.

"Peluncuran Kartu Pra Kerja ini sesuai arahan Bapak Presiden, Bapak Presiden minta diluncurkan pagi ini jam 9," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Airlangga bilang Kartu Pra Kerja ini nantinya dikelola oleh Project Management Office (PMO). PMO lah yang nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.

Dalam melaksanakan program Kartu Pra Kerja, lanjut Airlangga sudah ada 11 mitra kerja yang terdiri 8 platform digital atau marketplace yakni Tokopedia, Bukalapak, Ruang guru, MauBelajarApa, Sekolah.mu, Pintaria, Pijah Mahir, lalu 3 mitra pembayaran seperti PT BNI (Persero), LinkAja, dan OVO.

"Tahap awalnya dilakukan untuk sosialisasi ke masyarakat dan 2 minggu dari sekarang ini masyarakat sudah bisa memilih dan sudah bisa mempelajari sehingga bisa memutuskan, sehingga 2 minggu lagi baru bisa mendaftar," ujarnya.

Pemberitaan yang dilansir detik.com ini pun langsung dikomentari netizen, kritikan dilontarkan netizen karena kesal dengan hal tersebut muncul ketika wabah Corona

“Kapn corona diseriusin?,” @aiimuthi

“4 daerah basis jokowi semua itu,” @yihanfan

“Rupiah ambyar, corona masih jadi tamu tetap, yang begini masih diupayakan jadi sorotan. WKWKWKWKWKWKWK.,” @irmaaayhd

“Ini kebijakan pemerintah dalam menghadapi corona,” @latief_dewa ***