Vaksin Virus Corona Belum Kunjung Ada, Juragan Microsoft Bill Gates Prediksi Seperti Ini

Siswandi
Jumat, 20 Maret 2020 | 15:32 WIB
Bill Gates R24/wan Bill Gates

RIAU24.COM -  Saat ini, dunia menantikan kapan vaksin untuk virus Corona bisa tersedia. Pasalnya, hingga saat ini virus tersebut terus mewabah di hampir seluruh pelosok bumi. Namun hingga kini belum ada obatnya. Meski sejumlah pihak mengklaim telah menemukan vaksi yang tepat, namun belum ada yang memproduksi secara massal untuk kepentingan manusia di berbagai belahan dunia.

Terkait hal itu, juragan yang juga pendiri Microsoft, Bill Gates, ternyata punya prediksi sendiri. Menurutnya, vaksin yang disetujui untuk mengobati penderita virus Corona bakal tersedia dalam waktu 18 bulan mendatang. Itu pun dengan syarat, semua prosesnya berjalan dengan baik.

Baca juga: Kelelahan Usai Melahirkan Sembilan Bayi, Wanita Ini Terpaksa Rawat Inap di Rumah Sakit Hingga Berbulan-Bulan

Dilansir detik yang merangkum businessinsider, Jumat 20 Maret 2020, dalam tanya jawab di forum Reddit, Gates --yang dikenal giat beramal di bidang kesehatan-- membocorkan, saat ini berbagai organisasi sedang bekerja untuk membuat vaksin pertama virus corona. 

Jika sudah bisa diproduksi, vaksin itu awalnya akan diperuntukkan bagi tenaga medis sebelum ke populasi umum.

"Vaksin pertama akan diberikan pada pekerja kesehatan dan mereka yang penting. Ini bisa terjadi sebelum 18 bulan mendatang jika semuanya berjalan dengan baik," lontarnya. 

Baca juga: Inilah Video Transformasi Paling Epik di TikTok, Seorang Nenek Berubah Menjadi Wanita Muda yang Cantik

Untuk diketahui, Yayasan miliknya yang bernama Bill & Melinda Gates Foundation, adalah salah satu pendukung Coalition for Epidemic Preparedness Innovations, lembaga yang mendanai ilmuwan untuk menemukan vaksin virus Corona.

Rupanya, perkiraan Bill Gates sesuai dengan beberapa pihak berwewenang. Seperti dilontarkan kepala National Institutes of Health di Amerika Serikat, Anthony Fauci, vaksin untuk virus Corona baru akan tersedia dalam waktu 12 sampai 18 bulan ke depan.

"Kita harus membuat banyak manufaktur untuk pendekatan berbeda-beda karena tahu sebagian tidak akan berhasil. Vaksin membutuhkan uji coba untuk memastikannya efektif dan aman," lontar Gates. ***


Informasi Anda Genggam


Loading...