riau24

Naik Hingga 30 Persen, Bapenda Pekanbaru Sukses Lampaui Target Triwulan Pertama Tahun 2020

Ryan Edi Saputra
Senin, 23 Maret 2020 | 10:06 WIB
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin R24/put Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin

RIAU24.COM - PEKANBARU - Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2020 melampaui target. Jumlah itu juga naik 30 persen dari capaian tahun 2019 lalu. 

Total pajak daerah yang dihimpun untuk TW I 2020 berada di angka Rp136,03 miliar. Melebihi target yang ditetapkan yakni di angka Rp135 miliar lebih. Tahun 2019 lalu, pada periode yang sama pajak daerah yang dihimpun di angka Rp102,6 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp34 miliar.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru H Zulhelmi Arifin SSTP MSi mengatakan capaian itu didapat dari 11 objek pajak yang ada. Ada delapan sektor pajak menjadi penyumbang terbesar.

"Capaian TW I, Rp136 miliar lebih realisasi kita dari target kita Rp135 miliar,'' jelasnya.

Zulhelmi juga optimis capaian TW I akan terus bertambah hingga akhir triwulan berakhir di akhir Maret ini. "Kita masih punya beberapa hari ke depan untuk terus menambah pajak daerah kita untuk TW I ini," ucapnya.

Ia merincikan pada TW I hingga akhir pekan kemarin, pajak hotel menyumbang Rp10,4 miliar, restoran Rp30,3 miliar, hiburan Rp5,6 miliar, reklame Rp7,2 miliar, pajak penerangan jalan Rp34,7 miliar, parkir Rp5,5 miliar, air bawah tanah Rp1,1 miliar, dan sarang burung walet Rp68 juta. Sementara PBB Rp10,8 miliar, BPHTB Rp28,6 miliar, dan denda pajak Rp1,3 miliar.

Disamping itu Pria yang akrab disapa Ami ini tak menampik, dengan kondisi Indonesia saat ini sedang dilanda wabah virus corona (Covid-19), tantangan bagi pihak nya akan semakin besar untuk mencapai target yang ditetapkan pada TW II nanti. 

"Memang sudah mulai terasa dampak Covid-19. Kita akan terus berusaha mencukupkannya di bulan-bulan mendatang. Kita tetap optimis, semua berdoa khususnya pergerakan ekonomi di Riau  semoga tidak terganggu," harapnya.

Sejak awal tahun 2020 sudah bergerak menggarap sektor pajak potensial. Buktinya dengan sudah diterbitkan 265 ribu Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB) tahun 2020. Ditargetkan, bisa dihimpun PAD di angka Rp154 miliar dari jumlah tersebut.

Penyerahan SPPT PBB yang sudah diterbitkan ini secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru  Dr H Firdaus ST MT di SKA Co Ex, Jumat (28/2/2020) lalu pada pekan panutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dsn perkotaan (PBB-P2) Kota Pekanbaru tahun 2020. 

Penyerahan dilakukan pada 12 camat se Kota Pekanbaru. Dalam penyerahan pula, sempat dilakukan simulasi pembayaran PBB oleh Wako Pekanbaru dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Drs HM Noer MBS SH MSi MH secara online lewat Traveloka. Selain aplikasi ini, Bapenda Kota Pekanbaru juga bekerjasama dengan Bukalapak, Tokopedia dan LinkAja dalam pembayaran PBB secara online.

Dalam penyerahan SPPT PBB ini disampaikan bahwa capaian PAD Kota Pekanbaru dari PBB di tahun 2019 berada di angka Rp132 miliar. Jumlah ini meningkat 100 persen dari tahun 2018 yang berada di angka Rp60 miliar.

"Ada 265 ribu SPPT PBB diterbitkan. Ini dengan potensi PAD Rp154 miliar. Tahun ini kebijakan pemerintah sama seperti tahun lalu. PBB Rp100 ribu ke bawah diskon 75 persen.  Rp100 ribu sampai Rp500 ribu diskon 50 persen. Rp500 ribu sampai Rp1 juta diskon 25 persen. Di atas 1 juta tidak ada diskon," paparnya. 

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah mengapresiasi Bapenda Kota Pekanbaru yang berhasil meningkatkan Capaian PAD untuk triwulan I tahun 2020.

"Saya memberikan apresiasi karena kinerja yang baik. Terlebih adanya peningkatan seperti ini," kata H Fatullah saat berbincang bersama wartawan.

Politisi Gerindra ini juga mengatakan bahwa Bapenda memiliki dua tugas utama, yaitu pelayanan dan menggali pendapatan daerah dari sektor pajak. Untuk itu, Bapenda memang harus terus melakukan layanan prima dan sehat untuk memastikan kas daerah selalu terisi. 

"Bapenda memang harus di isi orang-orang yang ahli dibidangnya, mengingat, kinerja Bapenda harus tetap sehat dan prima. Kalau tidak maksimal, maka pembangunan tidak akan tercapai sesuai target," tuturnya.

Disamping itu, Fatullah berharap Bapenda untuk terus melakukan inovasi. Ia pun mengingatkan tantangan yang dihadapi Bapenda ke depan, seperti meningkatnya akses teknologi, dalam hal ini penerapan transaksi non tunai dan pajak online. (Advetorial)



Informasi Anda Genggam



Loading...