Menu

M Adil Sebut Rapid Tes Massal Yang Dilakukan Syamsuar Tak Guna

Riko 2 Apr 2020, 20:15
Foto (istimewa)
Foto (istimewa)

RIAU24.COM -  Anggota DPRD Riau dari komisi V M Adil mengkritik langkah rapid tes massal se Riau yang dilakukan Gubernur Riau Syamsuar dalam penanganan penyebaran virus corona di tengah masyarakat. Menurutnya langkah yang diambil itu tidak ada guna. 

"Tak guna di rapid tes," kata Adil kepada Riau24.com usai melakukan teleconference dengan dinas kesehatan Provinsi Riau di DPRD Riau. Kamis 2 April 2020.

Menurut Adil yang seharusnya di rapid tes itu orang pendatang dan orang yang keluar. Sebab penyebaran wabah virus itu berawal dari pendatang bukan yang didalam. 

"Yang pendatang itu di Karantina, disemprot pakai disinfectant bagi yang bersih silahkan masuk, dan begitu sebaliknya,"cetus Adil. 

Proses rapid test (hasil tes cepat mendeteksi antibodi) saat Ini tengah berlangsung di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Ada 6.800 alat rapid test yang disebar ke seluruh fasilitas kesehatan di Riau.

"Hari ini, kami meninjau dua puskesmas di Kota Pekanbaru dalam rangka melaksanakan rapid test corona virus disease 2019 (covid-19) terhadap ODP yang telah tercatat di Pekanbaru. Sampai saat ini masih negatif," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di sela-sela kunjungannya di Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis 2 Maret 2020.

Sekarang, Pemprov Riau masih menunggu laporan dari masing-masing kabupaten dan kota. Semua daerah masih dalam proses rapid test.

"Rapid test ini semacam pemeriksaan awal terhadap imunitas seseorang. Dengan begini, kami sudah tahu kondisi di Riau," jelas Syamsuar.

Apalagi, status Orang Dalam Pemantauan (ODP) tinggi karena ada Tenaga Kerja Indonesia yang kembali dari Malaysia. ODP ini juga ditambah dengan orang yang kembali dari Jakarta

"Dalam peninjauan dua puskesmas (Puskesmas Pekanbaru Kota dan Puskesmas Simpang Tiga) ini adalah untuk melihat proses rapid test. Sekarang baru 6.800 proses rapid test dilakukan di Riau. Yang terbanyak di Bengkalis, Meranti, Dumai, dan Kampar serta Indragiri Hilir," ungkap Syamsuar.