Menu

13 Warga Negara Indonesia Dapat Masalah dan Diusir Warga di Nepal yang Khawatir Penyebaran Virus Corona

Riki Ariyanto 4 Apr 2020, 08:31
Belasan WNI mendapat masalah karena diusir warga Nepal yang khawatir penyebaran virus corona (foto/int)
Belasan WNI mendapat masalah karena diusir warga Nepal yang khawatir penyebaran virus corona (foto/int)

RIAU24.COM - Sabtu 4 April 2020, Tingginya kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia berbuntut kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Bahkan belasan orang Indonesia di Nepal diusir warga, yang khawatir dengan penyebaran corona.

Seperti dilansir dari Okezone, ada 13 WNI yang dievakuasi oleh polisi setempat dari masjid di Nepal karena warga setempat khawatir akan penyebaran virus corona.

zxc1

Nepal sendiri sudah melaporkan ada enam orang positif terjangkit virus corona. Tetapi belum ada laporan kematian. Hanya saja pemerintah Nepal sudah melakukan pembatasan untuk menekan penyebaran virus corona.

Rising Nepal Daily melaporkan Jumat (3/1/2020), ke-13 WNI itu datang ke Nepal terkait acara keagaamaan di distrik Saptari. Belasan WNI itu tinggal di Masjid Ajijiya Madrasah, Imadol, Lalitpur sejak 1 April. Tetapi kedatangan mereka tanpa diketahui pemerintah setempat. Padahal kawasan itu sedang dalam masa karantina wilayah alias lockdown.

zxc2

Selanjutnya para WNI itu dibawa keluar dari masjid pukul 4 sore pada Kamis, 2 Maret, setelah penduduk Kota Mahalaxmi memprotes keberadaan mereka.

Laporan menyebutkan, ke 13 WNI tersebut dibawa oleh polisi ke Resor Desa Godavari di Taukhel.

Namun warga Godavari juga memprotes keras. Akhirnya para WNI itu dibawa ke lokasi yang tidak disebutkan.

Para WNI itu dilaporkan telah tiba di Kathmandu pada 21 Januari dan telah tinggal di Masjid Jame di Kathmandu.

Mereka datang sebagai bagian dari Jamaah Tabaliki. Mereka telah melakukan perjalanan ke Saptari pada 13 Februari dan berpartisipasi dalam acara ijtima di Rupani Bazar, Saptari selama tiga hari.

Mereka kemudian kembali ke Kathmandu dari Saptari pada tanggal 31 Maret dan pergi ke sebuah masjid di Machhapokhari di Balaju pada hari berikutnya. Di sana, para WNI juga mendapat protes dari penduduk setempat, dan polisi membawa mereka ke Masjid di Imadol.

Walikota Mahalaxmi, Rameshwor Shrestha intruksikan penyelidikan terhadap individu serta lembaga yang membawa WNI dari Saptari ke Mahalaxmi, saat negara tersebut dikurung di tengah kekhawatiran virus corona. (Riki)