riau24

Alhamdulillah, Satu Pasien Positif Corona di Bukittinggi Dinyatakan Sembuh

M. Iqbal
Senin, 06 April 2020 | 11:23 WIB
Ilustrasi/net R24/ibl Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Kabar baik datang dari Sumatera Barat, tepatnya dari Bukittinggi. Itu karena seorang pasien corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Achmad Mochtar dinyatakan sembuh. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil tes swab tenggorokan yang dikeluarkan oleh Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin, 6 April 2020, Direktur RSUD Achmad Mochtar, Khairul, mengatakan pasien itu berinisial ITD (40), berjenis kelamin perempuan, warga Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Dia dirawat di RSUD Achmad Mochtar mulai 20 Maret dalam kondisi demam dan sesak napas setelah pulang dari Jakarta. Setelah itu, sampel swab tenggorokannya diperiksa dan dinyatakan positif mengidap Covid-19.

"Hasil tes swab yang keluar hari ini merupakan hasil tes kedua. Hasil tes swab pertama, keluar tiga hari yang lalu dengan hasil negatif. Namun, hasil tes swab pertama itu belum boleh diumumkan karena hasilnya belum pasti akurat," ujar Khairul.


BACA JUGA : Tertular dari Menantu Yang Merupakan Tenaga Medis, Bupati Ini dan Keluarganya Positif Corona


Setelah dinyatakan sembuh, kata dia, ITD dibolehkan pulang dan tidak diwajibkan untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Khairul mengatakan jika pasien itu merupakan pasien RSUD Achmad Mochtar yang pertama sembuh dari Covid-19.

Pejabat Pemberi Informasi Daerah Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil Padang, Gustavianof, menegaskan jika itu merupakan pasien Covid-19 yang pertama sembuh di Sumatera Barat.

Khairul menambahkan bahwa saat ini terdapat lima pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Achmad Mochtar. Dalam merawat pasien pihaknya mengobati penyakit penyerta pasien jika ada dan memperkuat daya tahan tubuhnya. Pihaknya tidak memberikan obat khusus Covid-19 karena obat tersebut belum ada.

BACA JUGA : Wasekjen MUI ini Sebut Pendukung Jokowi Ade Armando Telah Merendahkan Din Syamsuddin, Netizen Bandingkan Dengan Kasus Ahmad Dhani

Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Andani Eka Putra, mengatakan bahwa mekanisme pemeriksaan sampel swab tenggorokan pasien dilakukan dua kali pada awalnya, yakni hari pertama dan hari kedua.

Jika hasil pemeriksaan awal positif, pasien dilanjutkan dirawat di rumah sakit. Setelah pasien dirawat 14 hari, pihak rumah sakit mengirimkan lagi sampel swab pasien ke Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand. Jika hasil pemeriksaannya negatif, pasien dinyatakan sembuh.

Tapi, jika hasilnya masih positif, pasien tetap dirawat, lalu setelah 14 hari dikirim lagi sampel swabnya. Begitu seterusnya sampai pasien dinyatakan negatif.



Informasi Anda Genggam



Loading...