riau24

Dampak Pandemi Corona, 23 Ribu Warga Non BTT Kuansing Mendapat Bantuan Sembako

Replizar
Jumat, 10 April 2020 | 16:56 WIB
Pemkab Kuansing memberikan bantuan sembako untuk 23 ribu warga (foto/Zar) R24/zar Pemkab Kuansing memberikan bantuan sembako untuk 23 ribu warga (foto/Zar)

RIAU24.COM - KUANSING- Menghadapi Covid-19 yang sedang melanda seluruh masyarakat dunia, dan tidak terkecuali masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Maka untuk meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang terdampak Covid-19, Pemkab Kuansing memberikan bantuan sembako.

Namun masyarakat yang akan memperoleh bantuan sembako dari Pemkab Kuansing, hanyalah untuk 23.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada diluar dari data Non Bantuan Tak Terduga (BTT). Hal tersebut terungkap dalam Konferensi Pers Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini bersama wartawan Kuansing, bertempat di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuansing.


BACA JUGA : Tinjau Posko Perbatasan, Ini Harapan Bupati Mursini




Konferensi Pers Bupati dengan wartawan Kuansing tersebut, juga dihadiri Kapolres Kuansing AKBP Hengky Poerwanto, Sekda DR. H. Dianto Mampanini, Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas, Direktur RSUD Teluk Kuantan, Dr. M. Irfan Husin, para Kabag, Kabid dan puluhan wartawan Media Online dan Cetak .

Menurut Bupati, Pemkab Kuansing telah menganggarkan bantuan langsung berupa sembako, untuk masyarakat yang terdampak Corona  (Covid-19) sebanyak 23 ribu Kepala Keluarga (KK). "Sejauh ini Pemda Kuansing sudah menganggarkan bantuan langsung, untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 sebanyak 23.000 KK," ujarnya.

BACA JUGA : Polres Kuansing Perketat Perbatasan Riau-Sumbar, Guna Mencegah Penyebaran Covid-19



Warga yang akan memperoleh bantuan sembako ini, Katanya, berdasarkan data yang diterima Pemda Kuansing, terkait upaya percepatan penanganan Covid-19. "Data tersebut didapat dari data Non Bantuan Tak Terduga (BTT), ke depannya kita terus akan mengupayakan bantuan bantuan lainnya. Sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 nantinya," harap Bupati

"Data awalnya sebanyak 23.000 KK, yang berada diluar Basis Data Terpadu (BDT), Data tersebut bisa jadi bertambah, berasal dari data BDT non sembako dan PKH," tukasnya. (R24/Zar)



Informasi Anda Genggam



Loading...