riau24

Setelah Satu Bulan Lebih Bertahan Akhirnya Jebol Juga, Inilah Provinsi Terakhir Terjangkit Corona di Indonesia

Satria Utama
Jumat, 10 April 2020 | 20:29 WIB
Achmad Yurianto R24/saut Achmad Yurianto

RIAU24.COM -  Sudah lebih dari satu bulan virus Corona merebak di Indonesia. Hari demi hari jumlah kasus positif Covid-19 di dalam negeri terus bertambah. Kini,  virus asal Wuhan, China ini juga sudah merata tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Menurut data terbaru pada Jumat (10/4) hari ini, Provinsi Gorontalo menjadi daerah terakhir yang terjangkit. Hal ini setelah ditemukan satu kasus baru virus corona, dari total tambahan kasus sebanyak 219 kasus di seluruh Indonesia yang disampaikan pada hari ini. 


BACA JUGA : Adik Positif Corona, Via Vallen Curhat Soal Watak Kerabatnya


Meski begitu,  Provinsi DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan sebaran terbanyak kasus positif Covid-19, yakni mencapai 1.753 kasus. Jumlah tersebut bisa dibilang setengah dari total kasus yang ada saat ini.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan sebaran kasus positif Covid-19 terbanyak kedua, dengan total kasus 388. Setelah Jabar, kasus corona terbanyak ditemukan di Jawa Timur sebanyak 256 kasus, kemudian disusul Provinsi Banten 243 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan total167 kasus. 

Adapun dalam jumpa pers sore tadi, Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa total kasus positif di Indonesia sudah mencapai 3.512.

BACA JUGA : Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti Jualan Kaos Tenggelamkan dan Buku di Toko Online, Alih Profesi?

Sementara di sisi yang lain, terdapat tambahan 30 kasus sembuh, yang secara total tercatat sebanyak 282 kasus. Kemudian, untuk kasus meninggal dunia hari ini juga bertambah sebanyak 26 kasus, sehingga totalnya menjadi 306 kasus.

Atas data-data tersebut, Achmad Yurianto berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah, yakni menjaga jarak, tetap berada di rumah, menjaga kebersiahan dan menggunakan masker saat terpaksa berpergian.

 

"Kami menyadari betul, proses penularan harus dihentikan dengan menjaga jarak, menggunakan makser, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak, mengurangi risiko terpapar dengan tidak keluar rumah ke mana pun. Dengan begitu, bisa mempercepat supaya bisa pulih seperti sediakala," demikian Achmad Yurianto seperti dilansir rmol. Id. ***



Informasi Anda Genggam



Loading...