Menu

Soroti Teknis Bagi-bagi Sembako Ala Jokowi, Hinca Pandjaitan: Tidak Mengindahkan Maklumat Kapolri Dan Imbauan Pemerintah

Ryan Edi Saputra 12 Apr 2020, 15:13
Tangkapan layar saat jokowi bagi bagi sembako beberapa waktu lalu
Tangkapan layar saat jokowi bagi bagi sembako beberapa waktu lalu

RIAU24.COM -  JAKARTA - Pembagian sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo kembali menuai kritik. Jika sebelumnya pembagian dilakukan di Harmoni, Jakarta, kini Jokowi mengulanginya di Bogor, Jawa Barat.

Dalam video berdurasi 59 detik, terekam puluhan orang berlari menghampiri pinggir area mobil Jokowi yang terparkir di pinggir jalan sekitar Istana Bogor.

Politisi senior Partao Demokrat Hinca Pandjaitan menilai apa yang dilakukan Jokowi bertolak belakang dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah pusat. Di mana setiap orang diwajibkan untuk menjaga jarak atau physical distancing.

Selain itu, Kapolri juga telah mengeluarkan maklumat yang meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

"Maklumat Kapolri jelas menyatakan bahwa agar tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak," tegas Hinca dalam akun Twitternya, Minggu (12/4/2020).

"Pembagian sembako oleh Presiden Jokowi malam tadi sepertinya tidak mengindahkan apa yang sudah diimbau pemerintah," sindirnya.

Sementara itu, Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti membenarkan peristiwa Jumat malam tersebut.

Bagi-bagi sembako itu dilakukan Jokowi pada Jumat (10/4) sekitar pukul 20.30. Desty menyebut acara pembagian sembako itu tak lama, hanya sekitar 20 hingga 30 menit.

Bapak itu kan dari Tugu Kujang ke arah Ekalokasari, jadi cuma putar balik aja. Karena tahu Pak Jokowi mau bagikan sembako, mungkin masyarakat pada keluar gitu aja, sebentar aja kok nggak lama," ujarnya.

Jokowi sebelumnya juga sempat membagikan 400 paket sembako di jalan dekat Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10).