Menu

Memasuki Hari Kelima, Karhutla di Pulau Rupat Bengkalis Mencapai 20 Hektare

Dahari 14 Apr 2020, 11:04
Kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dengan postur tanah gambut semak belukar di Pulau Rupat kembali terjadi (foto/Hari)
Kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dengan postur tanah gambut semak belukar di Pulau Rupat kembali terjadi (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dengan postur tanah gambut semak belukar di Pulau Rupat kembali terjadi. Saat ini, Karhutla tersebut sudah memasuki hari kelima, karhutla tersebut diperkirakan mencapai, 20 hektar yang terbakar dan belasan hektar dilaporkan sudah padam.

zxc1

Dari informasi yang dirangkum, Senin 14 April 2020, karlhutla di atas lahan masyarakat dan hutan kolidor L2  Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, kabupaten Bengkalis.

"Perkiraan luas lahan yang terbakar itu adalah 20 hektar, kebun karet sekitar 2 hektar, dan semak belukar sekitar 18 hektar," ungkap Kalaksa BPBD Bengkalis Tajul Mudaris.

Diutarakannya, upaya pengendalian oleh tim gabungan selain darat, juga dikerahkan satu unit helikopter untuk melaksanakan penyiraman air dari udara (water bombing).

zxc2

"Hari keempat ini perkiraan luas lahan yang sudah dipadamkan sekitar 13 hektar. Penyebab masih penyelidikan, dan pemadaman selain darat juga udara menggunakan helikopter," ungkapnya lagi.

Tajul menambahkan, di lokasi kebakaran pada Minggu (12/4) malam lalu sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang, kebakaran semakin meluas dikarenakan cuaca panas dan angin kencang.

"Tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di lapangan hingga petang tadi," ujarnya.

Berikut adalah tim yang diterjunkan ke lokasi lebaran di Pulau Rupat, Pusdatin dan Rescue BPBD Rupat 8 orang, Rescue BPBD Bengkalis 8 orang, TNI 5 dari Koramil 05 Rupat 8 orang, TNI dari Rudal 004 Dumai 16 orang, Polri dari Polsek Rupat 3 orang, PT. Priatama 12 orang, PT.SRL 15 orang, DLHK Riau 15 orang, Manggala Agni 7 orang, Satpol PP 2 orang, perangkat kelurahan 3 orang.

Sedangkan peralatan atau sarana dan prasaranan yang digunakan dalam pengendalian karla, mesin mini striker PT. Priatama 3 unit, selang 18 unit, Y koneksen 1 unit, nouzle 3 unit, mesin max 3 PT. SRL 2 unit, selang 50 rol, Y koneksen 2 unit, nouzle 4 unit. Mesin DLHK Riau, mini striker 4 unit, apung 1 unit, selang 42 unit nozle 5 unit. Mesin Manggala Agni, mkni striker 1 unit, selang 10 rol, nozle 1 unit. Mesin BPBD Bengkalis Kalanhca 75, unit ponsel 1 unit, mesin shibaura 1 unit, selang 2,5 machino 20 rol, selang 2,5 kopling 10 rol, selang 1,5 20 rol, Y koneksen 4 unit, nouzle 6 unit.

Helikopter Water Bombing PK URC Tipe Bell 412 milik BNPB 1 unit, mobil DLHK Riau dan BPBD masing-masing 2 unit, mobil TNI, Manggala Agni, Polri masing-masing 1 unit, sepeda motor sebanyak 50 unit. (R24/Hari)