Jika Swab Test di Pekanbaru Sudah Dioperasikan, Ini Keterangan Ketua Tim Gugus Tugas Bengkalis

Dahari
Senin, 20 April 2020 | 12:59 WIB
ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19, dr. Ersan Saputra (foto/Hari) R24/hari ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19, dr. Ersan Saputra (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Tim gugus tugas penanganan covid-19 dari Dinas kesehatan (Diskes) kabupaten Bengkalis akan melakukan pemeriksaan swab secara massal jika alat swab test atau Polymerase Chain Reaction di Pekanbaru sudah bisa dioperasikan.

Hal tersebut disampaikan ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19, dr. Ersan Saputra kepada sejumlah wartawan, Senin 20 April 2020.

Baca juga: 20 PDE Diberhentikan, Yong Sanusi: Ini Adalah Tindakan Keliru, Kadis PMD Harus Dievaluasi



"Dengan red zone nya kota Dumai, yang sudah ada terdampak dengan transisi lokal, kita menghimbau, kepada seluruh masyarakat semuanya, jangan kemana mana atau jangan memaksakan diri untuk keluar daerah. Tanpa ada keperluan yang mendesak, tetap harus menggunakan protokol kesehatan," ungkap dr. Ersan.

Dalam hal tersebut, diutarakan Ersan Saputra, setelah kota Dumai dilakukan zona merah terkait Covid-19 ini. Maka tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 akan melakukan rapat bersama PLH Bupati Bengkalis.

Baca juga: Ditantang Rebut Juara Pengkab Perbakin Bengkalis Matangkan Persiapan Atlet Jelang Porprov 2022



"Rapat ini bertujuan tindak lanjut bagaimana penanganan, setelah Dumai ditetapkan sebagai redzon. Tapi percayalah, kita dari gugus tugas akan terus bekerja semaksimal mungkin bagaimana membentengi atau mengantisipasi Covid-19 ini, dari ekonomi dan dampak sosialnya," ujarnya.

Masih kata Ersan, setelah Pekanbaru bisa melaksanakan pemeriksaan swab test. Mungkin pemerintah Kabupaten Bengkalis akan melakukan swab test secara massal untuk memastikan apakah masyarakat kita yang dicurigai terdampak dengan virus Corona atau terpapar covid -19.

"Semua, juga harus melaksanakan protokol kesehatan, jadi bukan dijauhi apalagi dimusuhin, kalau mereka berinteraksi di luar, seperti kalau dulu ada penyakit kusta di dijauhi oleh masyarakat. Nah itu kan salah satu kebodohan, saya pikir, tetap menjaga semua individu," ujarnya. 

"Apalagi yang telah PDP yang sudah dinyatakan sembuh laksanakan protokol kesehatan jaga jarak pakai masker, selalu cuci tangan dan apabila habis beraktivitas ganti baju dan laksanakan melakukan mandi, kemudian juga makan yang bergizi, jaga kondisi tubuh kita karena kalau kita sehat insya Allah virus apa pun takkan bisa menyerang kita," pungkasnya. (R24/Hari)


Informasi Anda Genggam


Loading...