Menu

Nauszubillah Min Zalik, Dunia Sedang DIlanda Kiamat Kecil Akibat Corona, Belasan Gay di Bogor Malah Mau Pesta Seks

Satria Utama 21 Apr 2020, 08:15
Lokasi pemandian air panas tempat 16 pria penyuka sesama jenis atau Gay di Parung, Kabupaten Bogor disegel petugas/foto:tribunnews
Lokasi pemandian air panas tempat 16 pria penyuka sesama jenis atau Gay di Parung, Kabupaten Bogor disegel petugas/foto:tribunnews

RIAU24.COM - BOGOR - Meski sudah puluhan ribu orang tewas akibat virus corona, belasan pria penyuka sesama jenis alias gay tetap melakukan perbuatan yang diharamkam agama. Untung saja petugas gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor segera menggerebek mereka sebelum melakukan perbuatan mesum.

Penggerebekan petugas ini berlangsung Minggu (19/4/2020) dini hari. Mereka diduga sedang melakukan pesta seks di tempat wisata pemandian air panas Gunung Panjang, Kampung Kandang RT 01/ 05, Desa Cogreg, Kecamatan Parung.

“Masyarakat yang khawatir terhadap kerumunan itu berharap segera dibubarkan karena jelas melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan norma etika di masyarakat," ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan kemarin, seperti dilansir Sindonews.

Camat Parung Yudi Santosa membenarkan adanya operasi penertiban terhadap 16 wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Gunung Panjang Desa Cogreg tersebut. “Wisatawan yang diamankan berjumlah 16 orang diduga adalah kaum gay dari Jakarta dan Tangerang,” ungkap Yudi.

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, karena banyak warga berkumpul, 16 wisatawan tersebut langsung digelandang ke kantor Kecamatan Parung.

Camat menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diduga kuat 16 wisatawan tersebut adalah satu komunitas gay dan melakukan kegiatan komunitas di tempat-tempat tertentu. “Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti isi konten video dalam handphone mereka serta jawaban mereka saat dilakukan pemeriksaan,” papar Yudi.

Salah satu tokoh masyarakat Bogor, Gus Uwik, mengecam keras perbuatan tersebut. Menurut dia, apa yang mereka lakukan tidak hanya melanggar tata susila, tapi juga melanggar aturan Allah SWT. Gay adalah perbuatan maksiat yang dibenci dan dilaknat oleh Allah SWT," tegas Gus Uwik.

Pria yang juga peduli terhadap permasalahan Bogor ini mengatakan bahwa mereka juga melanggar aturan saat masa wabah pandemi corona. "Mereka jelas-jelas melanggar aturan PSBB untuk mengurangi penyebaran korona. Bagaimana cara berpikir mereka? Yang lain patuh untuk mengurangi keluar rumah, ini malah kumpul-kumpul. Dan celakanya lagi, bukan melakukan kegiatan positif, malah justru bermaksiat," imbuhnya.***